Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis

Permintaan Maaf Luhut Pandjaitan Harus Diapresiasi

Foto : Istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Banyak pihak memuji dan memberi apresiasi pernyataan Luhut yang dengan ksatria mengaku bahwa pelaksanaan PPKM belum optimal. Belum optimal bukan berarti upaya pemerintah menangani pandemi tidak ada hasilnya.

"Sebagai koordinator PPKM Darurat Jawa-Bali, dari lubuk hati paling dalam, saya ingin meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia, jika dalam penanganan PPKM Darurat Jawa-Bali ini masih belum optimal".

Demikian kalimat yang terlontar dari Koordinator Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan dalam juma pers virtual, Sabtu (17/7). Pernyataan tersebut mungkin yang pertama kali dilontarkan pemerintah pusat kepada rakyat Indonesia selama masa pandemi Covid-19.

Banyak pihak memuji dan memberi apresiasi pernyataan Luhut yang dengan kstaria mengaku bahwa pelaksanaan PPKM belum optimal. Belum optimal bukan berarti upaya pemerintah menangani pandemi tidak ada hasilnya.

Berbagai upaya dilakukan pemerintah sejak pandemi ini muncul Maret 2020 lalu, hasilnya nyata. Jumlah kasus menurun dan kehidupan sosial masyarakat sudah boleh dibilang hampir mendekati normal sampai dengan masuknya varian delta yang sangat cepat penularannya.

Dilihat dari jumlah kasus dan persentase orang yang meninggal, Brasil dan Russia tidak lebih baik dibanding Indonesia. Tingkat kematian di Brasil per satu juta penduduk 6,0 persen, Russia 5,1 persen sedangkan Indonesia 3,3 persen. Malaysia sedikit lebih baik dari Indonesia, 3,2 persen.
Halaman Selanjutnya....


Redaktur : Aloysius Widiyatmaka
Penulis : M. Selamet Susanto

Komentar

Komentar
()

Top