Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga, tentang Kiprah Perempuan

Perempuan Harus Berani Mengambil Kesempatan yang Ada

Foto : ANTARA/SIGID KURNIAWAN

Bintang Puspayoga

A   A   A   Pengaturan Font

Perempuan merupakan penduduk yang rentan. Kerentanan itu membuat perempuan sering menjadi korban kekerasan. Belum lagi ketimpangan di sektor perekonomian kerap menjadi batu sandungan bagi para perempuan.

Kondisi tersebut harus menjadi perhatian para pemangku kepentingan. Pasalnya, perempuan bisa berperan lebih dalam pembangunan tidak hanya sekadar mengurusi hal domestik saja.

Untuk mengupas terkait peran perempuan, Koran Jakarta mewawancarai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga. Berikut petikan wawancaranya.

Bagaimana Anda melihat kesempatan perempuan saat ini untuk terlibat dalam pembangunan?

Perempuan harus mengambil setiap kesempatan yang ada. Saat ini di Indonesia, akses dan manfaat pembangunan sudah semakin setara bagi perempuan dan laki-laki serta dijamin oleh konsitusi negara melalui undang-undang yang ada. Di samping adanya akses dan kesempatan, terdapat faktor lain yang juga penting bagi kesetaraan dan pemberdayaan perempuan, yakni keberanian perempuan untuk mengambil kesempatan yang ada.

Saya optimistis perempuan Indonesia bisa maju, bisa hebat dan berdaya ke depannya, khususnya bagi perempuan-perempuan muda yang punya kesempatan yang luar biasa di depan mata. Pemerintah telah memberikan kemudahan akses dan fasilitas terhadap perempuan. Semua akses dibuka selebar-lebarnya. Banyak sekali (kesempatan), asalkan kesempatan dan peluang ini dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Bagaimana pemerintah mendorong agar perempuan dapat berpartisipasi dalam peningkatan ekonomi?

Di bidang ekonomi, di antaranya program bernama Strategi Nasional Inklusi Keuangan Perempuan yang menyediakan dukungan bagi para perempuan. Program tersebut membuat perempuan dapat mengakses permodalan, peningkatan kapasitas usaha, dan literasi keuangan. Ada pula pelatihan wirausaha pemula yang diberikan oleh Kementerian Koperasi dan UMKM yang dapat dimanfaatkan oleh perempuan.

Bagaimana tanggapan Anda terkait adanya stigma maupun budaya di masyarakat yang mengekang perempuan bergerak?

Saya menaruh harapan besar kepada perempuan Indonesia, khususnya perempuan muda, untuk memajukan bangsa menggunakan kemampuan yang dimiliki. Saya juga berharap perempuan tidak terjebak dengan budaya dan adat yang menghalau perempuan untuk dapat berkembang.

Saya ingin mengajak perempuan-perempuan muda, ibu-ibu, dan seluruh perempuan di pelosok Tanah Air ini, jangan sampai budaya membatasi prinsip-prinsip atau pemikiran-pemikiran progresif yang bermanfaat. Artinya, kita hormat dengan adat dan budaya, tapi jangan sampai itu jadi kedok untuk kita tidak bisa menerima akses yang sama dalam menikmati dan juga berperan dalam pembangunan.

Dengan adanya pandemi Covid-19 sejauh mana kondisi tersebut berdampak pada kehidupan perempuan?

Pandemi Covid-19 memperburuk kerentanan posisi perempuan akibat ketimpangan gender. Hal ini berujung pada berbagai persoalan serius yang berdampak besar pada perempuan, seperti beban ganda, kekerasan terhadap perempuan dan anak, perkawinan anak, hingga penurunan akses ke layanan kesehatan reproduksi dan seksual.

Perempuan merupakan salah satu sumber kekuatan bangsa dalam menghadapi pandemi Covid-19, khususnya di dua sektor yang menjadi fokus pemerintah saat ini, yaitu kesehatan dan ekonomi sehingga ruang yang aman dan nyaman sudah semestinya menjadi hak mereka. Untuk itu, upaya meningkatkan semangat dan memperkuat peran para perempuan dalam menangani Covid-19 sangat penting dilakukan.

n m ma'aruf/P-4


Redaktur : Khairil Huda
Penulis : Muhamad Ma'rup

Komentar

Komentar
()

Top