Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video

Penyimpan Listrik Murah Meriah

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Listrik yang tersimpan pada batu bata merah menjadi salah satu sumber energi hijau dan sederhana. Meski hasil penelitian menunjukkan kapasitas energinya kecil atau masih sebatas untuk menyalakan lampu LED, namun penemuan diklaim sangat berguna.
"Kami telah menunjukkan ide yang tidak pernah terpikirkan oleh siapapun bahwa bahan yang kita gunakan untuk membangun rumah dapat memiliki fungsi ganda," kata profesor kimia di Universitas Washington di St Louis, Julio D'Arcy, yang memimpin penelitian penyimpanan listrik dengan batu bata.
"Masa depan itu bisa menjadi kenyataan dan kita bisa mewujudkannya," ujar dia seperti dikutip Science Daily dari laporan penelitian yang diterbitkan pada jurnal bergengsi Nature Communication.
Energi dari panel surya yang hanya bekerja pada siang hari dapat disimpan dalam batu bata untuk penggunaan pada malam hari atau dalam situasi darurat. Dengan teknologi penyimpanan listrik yang masih mahal dan mudah rusak saat ini, batu bata bisa menjadi alternatif yang murah.
Sebelum penelitian dilakukan, D'Arcy pada 2014 datang ke Universitas Washington dari kampusnya di Massachusetts Institute of Technology, untuk mempelajari penggunaan material kimia ramah lingkungan. Pendekatan yang dilakukan berupa penggunaan kembali produk limbah untuk merekayasa bahan baru yang menghantarkan listrik.
Ide tersebut mengarah pada penggunaan batu bata menjadi unit penyimpanan energi secara organik.
"Setiap kali saya berkendara ke tempat kerja, saya dikelilingi oleh batu bata. Ketika kami mulai mamandang alam untuk mencari inspirasi, semua itu (batu bata) menatap wajah saya setiap hari," papar dia.
Sebagai ahli kimia, ia menggunakan terobosan berupa oksida besi. Senyawa ini umumnya dikenal sebagai pigmen karat yang memberi warna khas pada bata merah. Batu bata dari toko bahan bangunan lokal di kota mengandung sekitar 6 persen oksida besi, jumlah ini dinilai cukup untuk mempertahankan reaksi kimia tertentu yang akan mengubah bagian dalam batu bata.
"Saya pikir penelitian ini bagus dan sangat kreatif. Tidak pernah terpikir oleh saya bahwa sesuatu seperti batu bata dapat digunakan sebagai tempat untuk membuat bahan penyimpan energi," kata asisten profesor Ilmu Material dan Teknik Universitas Johns Hopkins, Shoji Hall, mengomentari penelitian tersebut.
D'Arcy mengakui ia dan tim masih ingin mencari cara untuk meningkatkan jumlah energi yang dapat disimpan batu bata. Langkah yang ditempuh dengan mencari bahan kimia yang tepat untuk dimasukkan ke dalamnya. hay/I-1




Redaktur : Ilham Sudrajat
Penulis : Haryo Brono

Komentar

Komentar
()

Top