Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video
Tim SAR

Pencarian Korban Kapal Tenggelam Dihentikan

Foto : ANTARA/Jessica Helena Wuysang

Penemuan Korban -- Petugas mengangkat terpal untuk menutupi dua kantung jenazah awak kapal tenggelam yang berhasil dievakuasi KRI Kerambit-627 saat tiba di dermaga Pelabuhan Dwikora, Pontianak, Kalbar, Selasa (20/07). KRI Kerambit juga menyelamatkan ABK Kapal Motor Kawan Lama bernama Aris (27) dan Maulana (20) yang selamat, serta lima jenazah awak kapal yang ditemukan di 130 mil sebelah barat laut Pemangkat, Kabupaten Sambas.

A   A   A   Pengaturan Font

PONTIANAK - Tim SAR Pontianak, Kalimantan Barat, secara resmi menghentikan operasi pencarian puluhan nelayan atau anak buah kapal (ABK) yang menjadi korban tenggelamnya 18 kapal motor karena dampak cuaca buruk, Selasa (13/7).

"Salah satu alansan penghentian pencarian karena sudah dilakukan selama 10 hari. Dua hari terakhir juga tidak ditemukan korban selamat ataupun sebaliknya," kata Kepala Kantor SAR Pontianak, Yopi Haryadi, Jumat (23/7).

Dia menjelaskan dengan dihentikannya Operasi SAR Gabungan itu, maka dilanjutkan dengan pemantauan, yakni tidak dengan mengerahkan personel. Tetapi pihaknya tetap memantau perkembangan di lapangan. "Kami sudah mengerahkan segala upaya baik pencarian melalui perairan, udara maupun penyisiran di pesisir pantai," ujarnya.

Pertimbangan lainnya, kemungkinan mayat atau jenazah korban sudah susah dikenal. "Selain itu menurut data BMKG, dalam sepekan ke depan juga berpotensi cuaca buruk dengan ketinggian gelombang 2,5 meter," ungkapnya.

Data terakhir Posko SAR Gabungan di Pontianak mencatat, total ABK yang menjadi korban 138 orang. Rinciannya, 83 selamat dan 31 masih dalam pencarian. Ada 24 orang ditemukan meninggal.

"Ada beberapa hambatan di lapangan dalam melakukan pencarian korban seperti cuaca buruk, lokasi koordinat KM yang tenggelam tidak diketahui. Lalu, banyaknya KM tenggelam serta luasnya lokasi pencarian," ungkapnya.

Natuna

Sementara itu, dua hari lalu, Tim SAR sempat memfokuskan pencarian puluhan nelayan tenggelam di perairan laut Natuna. Menurut Yopi, sebelum diakhiri, pihaknya juga sudah menambah tiga hari untuk pencarian. Penambahan hari pencarian karena faktor kemanusiaan.

Namun begitu, SAR Gabungan masih belum menemukan korban tambahan baik dalam keadaan selamat maupun meninggal. Dia dan tim kemarin tetap maksimal mencari korban sisa. Namun juga tidak ada tambahan korban yang ditemukan.

Para korban berasal dari 18 unit kapal motor yang tenggelam pada hari yang sama, tanggal 13 Juli lalu. Kapal-kapal tersebut diterjang cuaca buruk, sehingga tenggelam bersama ABK.


Redaktur : Aloysius Widiyatmaka
Penulis : Antara, Agus Supriyatna

Komentar

Komentar
()

Top