Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Edisi Weekend Foto Video Infografis

Pemulihan Alam Dapat Bergantung Pada Bagaimana Negara Membantu Petani

Foto : Istimewa

Petani perlu diyakinkan bahwa mereka dapat mempertahankan pendapatan mereka sambil menerapkan praktik-praktik yang melindungi alam.

A   A   A   Pengaturan Font

LONDON - Industri pertanian Selandia Baru pernah disubsidi dengan sangat baik sehingga pekerja rumah peternakan dikatakan berpenghasilan lebih dari pilot maskapai penerbangan, kenang William Rolleston, petani di South Canterbury dan advokat terkemuka untuk sektor tersebut.

Beberapa dekade yang lalu, subsidi besar berarti sebagian besar tanah marjinal negara itu dibuka untuk penggembalaan, pupuk digunakan secara berlebihan, dan populasi domba melonjak ke titik di mana kelebihan daging harus dihancurkan.

Di seluruh Selandia Baru,program subsidi berdampak buruk pada alam,mencemari sungai dan mengikis tanah, menurut sebuah studi oleh Konvensi PBB tentang Keanekaragaman Hayati (CBD). Kemudian, pada tahun 1984, terjadi "pergolakan total", kata Rolleston.

Seperti dikutip dari straitstimes, dalam perubahan radikal, subsidi dihapus.Pertanian menjadi lebih efisien sementara praktik berbahaya menurun: penggunaan pupuk menurun hingga 50 persen dan banyak lereng bukit petani dihutankan kembali, menurut laporan CBD.

Sementara pertanian tetap menjadi sumber utama emisi gas rumah kaca yang menghangatkan planet di negara itu, Selandia Baru masih dianggap oleh para pengkampanye keanekaragaman hayati sebagai "anak poster" untuk mereformasi subsidi yang merusak alam dan lingkungan.
Halaman Selanjutnya....


Redaktur : Marcellus Widiarto
Penulis : Marcellus Widiarto

Komentar

Komentar
()

Top