Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video

Pemerintah Bersiap Impor Tabung Oksigen untuk Pasien Covid-19 di Rumah Sakit

Foto : ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha
A   A   A   Pengaturan Font

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah berencana melakukan impor kebutuhan tabung oksigen untuk melayani pasien COVID-19 di berbagai ruang perawatan darurat di rumah sakit akibat tingginya Covid-19.

"Kita juga sudah berkoordinasi dengan Menteri Perindustrian untuk mengimpor tabung 6 meter kubik dan 1 meter kubik untuk memenuhi ruang-ruang darurat tambahan yang ada di rumah sakit," tutur Budi dalam Rapat Kerja bersama Komisi IX DPR RI secara virtual, Senin (5/7/2021).

Budi menyampaikan kebutuhan tabung oksigen meningkat lantaran tambahan kamar darurat di rumah sakit tidak menggunakan oksigen yang bersifat liquid atau cair,

Selanjutnya proses distribusi oksigen liquid ke rumah sakit dalam volume besar menggunakan tangki dianggap kurang maksimal memenuhi kebutuhan pasien. Oleh sebab itu, tabung oksigen diperlukan untuk memudahkan proses distribusi oksigen ke rumah sakit.

Alasannya, mayoritas rumah sakit lebih banyak yang menggunakan tabung oksigen karena tambahan kamar darurat, sehingga tidak menggunakan oksigen yang sifatnya liquid.

"Sehingga kita juga melihat ada sedikit isu di distribusi yang tadinya bisa kirim langsung masukkan ke tangki besar liquid untuk didistribusikan dengan jaringan oksigen, sekarang harus dilakukan dalam bentuk tabung," katanya.

Budi menegaskan untuk kapasitas produksi oksigen nasional saat ini berjumlah total 866 ribu ton per tahun. "Namun semua pabrik itu sekarang utilisasinya 75 persen," ujarnya.

Budi mengatakan, selama ini hanya ada 25 persen produksi oksigen nasional yang dialokasikan untuk keperluan medis, sisanya digunakan untuk keperluan industri.

"Kuota untuk kebutuhan medis hanya 25 persen atau setara 181 ribu ton per tahun," ucapnya.

Akibatnya, jumlah produksi riil setiap tahun adalah 640 ribu ton. Sekitar 75 persen atau setara 458 ribu ton dipakai untuk kebutuhan oksigen industri seperti produksi baja, nikel dan lainnya.

Budi menambahkan sudah kordinasi dengan kementerian perindustrian agar konversi oksigen dari industri ke medis diberikan sampai 90 persen atau setara 575 ribu ton demi memenuhi permintaan medis di tengah lonjakan COVID-19.

Distribusi kebutuhan oksigen salah satunya akan dipasok ke rumah sakit di Provinsi Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jawa Timur. "Kita harus ada logistik yang disalurkan ke sana," katanya.


Editor : Fiter Bagus
Penulis : Aris N

Komentar

Komentar
()

Top