Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis

Pembangunan IKN

Foto : ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
A   A   A   Pengaturan Font

Rencana memindah Ibu Kota Negara (IKN) Republik Indonesia (RI) sudah lama diperbincangkan. Dahulu sempat ramai disinggung Palangkaraya adalah lokasi paling tepat untuk Ibu Kota Baru RI. Tetapi nyatanya, 26 Agustus 2019, Presiden Joko Widodo mengumumkan bahwa lokasi Ibu Kota Baru berada di Kalimantan Timur, tepatnya di Kabupaten Penajam Paser Utara.

Sedikitnya ada empat alasan mengapa Ibu Kota RI harus pindah dari Jakarta. Pertama untuk pemerataan penyebaran penduduk yang selama ini terlalu terkonsentrasi di Pulau Jawa. Diperkirakan 56 persen penduduk Indonesia berada di Pulau Jawa, sedangkan Pulau Kalimantan hanya 6,05 persen.

Baca Juga :
Surpres RUU IKN

Pulau Jawa memang sudah terlalu padat, terlebih wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) yang dihuni sekitar 35 juta jiwa manusia. Mereka banyak bekerja di Jakarta karena bubble property sehingga mereka tidak mampu beli rumah di Jakarta.

Setiap hari mereka menjadi komuter, berangkat kerja dari Bodetabek menuju Jakarta. Belum semua transportasi massa dari Bodetabek ke Jakarta dan sebaliknya bisa dibilang memadai. Meski dalam beberapa tahun terakhir sudah jauh membaik, tetapi belum bisa disebut ideal. Akibatnya, waktu mereka habis di jalan. Tiba di tempat kerja sudah capek, akhirnya produktivitas menjadi berkurang. Kualitas hidup pun terganggu.

Selain pemerataan penyebaran penduduk, alasan lainnya adalah penyebaran kontribusi ekonomi yang saat ini juga masih terkonsentrasi Pulau Jawa. Kemudian, alasan krisis ketersediaan air bersih serta lingkungan yang semakin memburuk karena konversi lahan hijau menjadi industri yang tumbuh sangat cepat.
Halaman Selanjutnya....


Redaktur : M. Selamet Susanto
Penulis : M. Selamet Susanto

Komentar

Komentar
()

Top