Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis
Misi Vatikan I Pemimpin Gereja Katolik Roma Temui Panglima Militer Myanmar

Paus Bahas Transisi di Myanmar

Foto : Reuters /Osser vatore Romano

Tiba di Myanmar l Paus Fransiskus disambut Uskup Agung Yangon, Charles Maung Bo, saat pemimpin Gereja Katolik Roma itu menginjakkan kaki di Bandara Internasional Yangon, Myanmar, Senin (27/11). Paus pada Selasa (28/11) akan bertemu dengan pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi.

A   A   A   Pengaturan Font

Aksi militer ini dikecam keras oleh komunitas dunia. Amerika Serikat (AS) menyebut militer Myanmar telah melakukan kejahatan kemanusiaan dengan pembersihan etnis terhadap warga Muslim Rohingya. Atas tudingan perilaku biadab militer Myanmar, AS mengancam akan menjatuhkan sanksi-sanksi.

Sedangkan Amnesty International mengatakan warga Rohingya di Rakhine telah menjadi sasaran pengucilan politik dan sosial selama berpuluh tahun. Lembaga itu juga menuding militer Myanmar telah melakukan tindakan kriminal terhadap kemanusiaan dalam dua tahun terakhir, seperti pembunuhan, pemerkosaan, penyiksaan dan memaksa penduduk suku Rohingnya meninggalkan tempat tinggal mereka.

Tuduhan AS dan Amnesty International itu, dibantah oleh pemerintah Myanmar dan menyatakan militer telah melakukan penyidikan sendiri dan tidak menemukan bukti-bukti pelanggaran yang telah dilakukan militer.

Pemerintah Myanmar tidak mengakui warga Rohingnya sebagai warga negara mereka dan menyebut mereka sebagai pendatang haram dari Bangladesh. Pemerintah Myanmar bahkan menolak menggunakan istilah sensitif ini untuk sebutan terhadap warga ilegal ini.

Sebelum tiba di Myanmar, sejumlah penasihat di Vatikan telah menyarankan agar Paus tak menggunakan istilah sensitif ini saat berada di Myanmar. Padahal sepanjang tahun ini, Paus Fransiskus telah mengucapkan sekurangnya dua kali istilah Rohingya dalam seruan untuk menghentikan kekerasan di Myanmar.
Halaman Selanjutnya....


Redaktur : Ilham Sudrajat

Komentar

Komentar
()

Top