
Pastikan Stok Aman Saat Ramadhan, DKI Terus Pantau Distribusi Elpiji 3 Kg
Dua pekerja membongkar muatan tabung gas elpiji bersubsidi 3 kilogram di salah satu agen.
Foto: ANTARAJAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memantau pendataan dan pendistribusian elpiji 3 kg di tingkat agen serta pangkalan guna memastikan keamanan persediaan hingga Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) seperti Ramadhan dan Lebaran.
"Monitoring dilakukan bersama PT Pertamina ke agen dan pangkalan di lima wilayah kota," kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo saat dihubungi di Jakarta, Kamis.
Dia mengatakan gas elpiji 3 kg merupakan komoditas bahan penting yang penyalurannya disubsidi oleh pemerintah. Karena itu, Dinas PPKUKM DKI Jakarta, sambung dia, berkoordinasi dengan PT Pertamina Patra Niaga selaku operator penyaluran gas elpiji 3 kg untuk memastikan pasokan di wilayah Jakarta mencukupi dengan 269 agen dan 5.476 pangkalan.
- Baca Juga: Kualitas Udara DKI Jakarta Tidak Sehat
- Baca Juga: Pembangunan Jakarta Mesti Searah Rencana Nasional
Pemantauan juga dilakukan guna menjamin pendistribusian dan ketersediaan elpiji 3 kg di masyarakat khususnya masyarakat kurang mampu (yang berhak), serta untuk memastikan harga elpiji subsidi tidak melebihi yang ditetapkan yakni Peraturan Gubernur Nomor 4 tahun 2015 tentang Harga Eceran Tertinggi (HET).
Adapun harga eceran tertinggi (HET) elpiji 3 kg di Jakarta di tingkat pangkalan di DKI Jakarta per tabung termasuk PPN, ongkos dan/ margin pangkalan/sub penyalur untuk setiap kota administrasi sebesar Rp 16.000 dan di kabupaten administrasi Pulau Seribu sebesar Rp 18.500–19.500.
Sementara terkait stok, jumlah usulan kuota penyediaan gas elpiji 3 kg sebanyak 433.933 metrik ton (MT), berdasarkan Surat Gubernur DKI Jakarta Nomor 29/ES.00.01 Tanggal 16 Januari 2025.
Jumlah usulan kuota tersebut, kata Elisabeth menggambarkan jumlah kebutuhan gas masyarakat termasuk di Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) seperti Ramadhan dan Idul Fitri.
Berita Trending
- 1 Terkenal Kritis, Band Sukatani Malah Diajak Kapolri Jadi Duta Polri
- 2 Pangkas Anggaran Jangan Rampas Hak Aktor Pendidikan
- 3 Akses Pasar Global Makin Mudah, BEI Luncurkan Kontrak Berjangka Indeks Asing
- 4 Bangun Infrastruktur yang Mendorong Transformasi Ekonomi
- 5 Guterres: Pengaturan Keamanan Global "Berantakan"
Berita Terkini
-
Chile Berupaya Menyalahkan Pihak atas Pemadaman Bersejarah
-
NASA Selesaikan Perakitan Booster SLS untuk Artemis II
-
Fitur AI iPhone Salah Transkrip 'Rasis' Jadi 'Trump', Apple Dikritik Keras
-
Awal Puasa Ditetapkan Kemenag dalam Sidang Isbat Besok 28 Februari 2025
-
Pemain Terbaiknya Belum Tentu Bela PSIM di Liga 1, Wah Rugi Besar Laskar Mataram