Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video
Makin Tak Terkendali

Pasien Covid-19 India Terpaksa Dirawat di Atas Tempat Tidur Kardus

Foto : CNN

TEMPAT TIDUR DARI KARDUS I Petugas kesehatan India terpaksa membuat tempat tidur dari kardus untuk menampung pasien di Sardar Patel Covid-19 Care Centre, Chhatarpur, New Delhi, India.

A   A   A   Pengaturan Font

NEW DELHI - Total beban kasus Covid-19 di India mendekati 20 juta pada Senin (3/5). Tidak hanya kekurangan oksigen dan vaksin, rumah-sakit juga kekurangan tempat tidur untuk pasien Covid-19. Untuk mengakalinya, petugas kesehatan terpaksa membuat tempat tidur sementara dari berbagai bahan yang tersedia. Salah satu bahan yang mereka pakai adalah kardus.

Di Sardar Patel Covid-19 Centre, Chhatarpur, petugas kesehatan mengisi kekurangan dengan menyusun kardus agar menyerupai tempat tidur. Adapun satu tempat tidur terdiri atas enam kardus berukuran persegi panjang.

Bulan lalu, Kementerian Kesehatan India berjanji akan mengganti tempat tidur kardus itu dengan 2.000 kasur serta suplai oksigen bantuan. Selain itu, menambah jumlah dokter menjadi 40 orang, disertai 120 pakar paramedis. Namun, menurut warga yang dirawat di sana, janji itu tak terpenuhi hingga saat ini.

"Pemerintah berpikir semuanya beres begitu mereka membuka rumah sakit (sementara) dan pasien dirawat. Apa yang terjadi tidak seperti itu," ujar Sadanand, salah satu warga yang dirawat di fasilitas yang sejatinya gudang raksasa itu.

Sadanand melanjutkan bahwa tidak hanya fasilitas pendukung tak terpenuhi, jumlah dokter dan petugas medis pun tak tercukupi. Ia mengeklaim hanya sesekali diperiksa oleh dokter dan tidak tahu bagaimana harus meminta bantuan ketika jumlah petugas yang berjaga hanya sedikit.

Hal senada disampaikan oleh Sarita Saxena. Seperti Sadanand, ia juga dirawat dia atas tempat tidur dari kardus. Selain itu, ia juga relatif jarang diperiksa oleh dokter ataupun mendapat bantuan perawat. Kebanyakan perawatan, kata ia, dilakukan oleh keluarganya sendiri yang juga berpotensi risiko tertular Covid-19.

Baik Sadanand maupun Saxena tidak ingin bertahan lama di Sardar Patel Covid-19 Centre. Mereka khawatir mati tak terawat di sana. Oleh karena itu, mereka mencoba mencari rumah sakit kosong. Hasilnya nihil. Saxena bahkan mengaku telah ditolak tujuh rumah sakit, menunjukkan betapa gentingnya situasi pandemi di India itu.

Per berita ini ditulis, ada 392.488 kasus baru dalam 24 jam terakhir. Hal itu menjadikan jumlah kasus nasional menjadi 19,56 juta di India. Hal senada berlaku untuk angka kematian. Dalam 24 jam terakhir, angka kematian bertambah 3.689, menyebabkan total angka kematian akibat Covid-19 menjadi 215.542.

Disarankan "Lockdown"

Sementara itu, pakar penyakit menular Amerika Serikat, dr. Anthony Fauci, menyarankan pemerintah India melakukan penguncian wilayah (lockdown) nasional selama beberapa pekan untuk menekan lonjakan kasus infeksi virus korona (Covid-19).

"Saya pikir hal terpenting dalam waktu dekat adalah mendapatkan oksigen, mendapatkan persediaan, mendapatkan obat, mendapatkan alat pelindung diri, hal-hal semacam itu. Namun, salah satu hal yang harus segera dilakukan adalah melakukan lockdown nasional," kata Fauci.

Jika melakukan lockdown, lanjut Fauci, India tidak perlu menutup pembatasan selama enam bulan. Menurut dia, India bisa melakukan penguncian sementara untuk mengakhiri siklus penularan.

"Tidak ada yang suka mengunci negara. Namun, jika Anda melakukannya hanya untuk beberapa pekan, Anda bisa memiliki dampak signifikan atas wabah ini," ujar Fauci.

Meski lonjakan kasus terus meningkat, Modi menolak memberlakukan lockdown nasional. Berkaca dari pengalaman yang lalu, bagi dia, dampak dari lockdown nasional menyebabkan penderitaan terhadap penduduk dan memukul perekonomian sebagaimana terjadi pada tahun lalu. n SB/AFP/P-4

(AFP/SB/P-4)
Redaktur : Khairil Huda

Komentar

Komentar
()

Top