Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Edisi Weekend Foto Video Infografis

Pasar Cenderung "Wait and See"

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Pelaku pasar masih menanti kejelasan pemberian stimulus yang diberikan oleh pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk pemulihan ekonomi. Karenanya, pasar cenderung mencari posisi aman untuk tidak bermain di aset berisiko, seperti rupiah.

Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra mengatakan kekhawatiran pasar terhadap kondisi AS yang membuat stiumulus tak akan keluar sebelum pemilihan umum 3 November membuat rupiah akan tertekan.

"Pembicaraan stimulus antara pemerintah dengan partai demokrat masih belum menemui kata sepakat. Penundaan stimulus akan memberikan tekanan ke pemulihan ekonomi AS sehingga pasar mencari aman di dollar AS," ujar Ariston di Jakarta, Kamis (22/10).

Dengan adanya sentimen tersebut rupiah diperkirakan kembali tertekan di hadapan dollar AS pada perdagangan, hari ini (23/10). Ariston memperkirakan rupiah akan bergerak pada kisaran 14.550 -14.750 rupiah per dollar AS.

Sebelumnya, kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Kamis (22/10), ditutup melemah 27 poin dari sehari sebelumnya menjadi 14.660 rupiah per dollar AS.

Ariston mengatakan, selain rupiah, penguatan dollar AS juga terlihat di mata uang regional lainnya. Rupiah pada pagi hari dibuka menguat di posisi 14.618 rupiah per dollar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran 14.618 rupiah per dollar AS hingga 14.682 rupiah per dollar AS. uyo/Ant/E-10


Redaktur : Muchamad Ismail
Penulis : Djati Waluyo, Antara

Komentar

Komentar
()

Top