Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video
Pembangunan Ekonomi | Sektor Ekonomi Digital RI Sepanjang 2020 Ditaksir Tumbuh 11%

Pandemi Pacu Ekonomi Digital

Foto : ISTIMEWA

AGUS GUMIWANG, Menteri Perindustrian

A   A   A   Pengaturan Font

Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan ekonomi digital disebabkan faktor demografi dan tingginya pengguna ponsel pintar.

JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi digital RI selama pandemi Covid-19 cukup pesat. Penggunaan teknologi yang semakin meluas mendorong pertumbuhan ekonomi digital nasional. Selain itu, penerapan social distancing atau jaga jarak serta kegiatan belajar dan bekerja dari rumah juga turut memberi sumbangsih bagi ekonomi digital.

Hasil riset Google, Temasek, dan Bain & Company menunjukkan di tengah pandemi, sektor ekonomi digital Indonesia diperkirakan bernilai sebesar 44 miliar dollar AS pada 2020. Nilai tersebut tumbuh 11 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.

"Pertumbuhan tersebut didorong oleh adanya kenaikan konsumen yang menggunakan teknologi digital sebanyak 37 persen. Bahkan, 93 persen yang telah melakukan perubahan perilaku digitalisasi tersebut, diprediksi akan tetap menggunakan layanan teknologi digital," ungkap Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, di Jakarta, Rabu (9/12).

Agus menerangkan berbagai solusi teknologi kian muncul untuk tetap memberikan ruang produktif bagi masyarakat khususnya pelaku industri untuk tetap beroperasi. Guna memacu pemanfaatan teknologi industri 4.0, Kementerian Perindustrian membesut program Startup4industry sebagai stimulan untuk mendorong terbentuknya ekosistem solusi teknologi yang menjembatani kebutuhan industri dan masyarakat dengan tech provider Indonesia.

Selasa (8/12) lalu, lembaga pembina sektor perindustrian tersebut menggelar acara pemberian penghargaan kompetisi Startup4Industry. Tema kompetisi Startup4Industry tahun ini yakni Indonesia Percaya Diri dengan Teknologi Dalam Negeri, akan menjadi pembuktian para startup terpilih untuk berkarya dan berdampak lebih luas lagi untuk industri utamanya sektor industri kecil dan menengah (IKM).

Program Startup4Industry sendiri merupakan bagian dari gerakan Making Indonesia 4.0 dengan solusi teknologi dari startup untuk mendorong implementasi teknologi di industri dan masyarakat yang berbasis pemecahan permasalahan yang ada di industri atau masyarakat.

Agus menjelaskan memberikan layanan teknologi yang adaptable bagi pelaku IKM adalah sebuah tantangan bagi para startup Indonesia, namun hal ini harus diwujudkan bersama karena 4,2 juta IKM Indonesia perlu didorong untuk berevolusi menuju industri 4.0.

Potensi Besar

Sementara itu, Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), Siti Alifah Dina, menyatakan kondisi pandemi Covid-19 dapat dimanfaatkan sebagai peluang bagi Republik Indonesia untuk melesatkan potensi ekonomi digital yang akbar.

"Indonesia memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan ekonomi digital. Indonesia memiliki pasar yang besar dan jumlah pengguna ponsel pintar yang tinggi. Kedua poin positif tersebut juga didukung dengan perubahan perilaku konsumen ekonomi digital akibat pandemi," kata Siti Alifah Dina, di Jakarta, Rabu (9/12).

Baca Juga :
Layanan Bank

Menurutnya, keadaan pandemi pada saat ini mau tidak mau memaksa banyak orang untuk mengubah pola transaksi keuangan mereka, termasuk penjual dan konsumen. Transaksi yang tadinya dilakukan dengan tatap muka, lanjutnya, kini semakin sederhana dan beralih ke ranah digital.

Dia mengungkapkan, studi dari Universitas Indonesia juga menjelaskan pandemi merupakan alasan utama pelaku usaha untuk masuk ke dunia digital menurut 71 persen penjual di aplikasi GoFood dan 93 persen social seller yang menggunakan aplikasi GoSend. ers/Ant/E-10


Redaktur : Muchamad Ismail
Penulis : Fredrikus Wolgabrink Sabini, Antara

Komentar

Komentar
()

Top