Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis

Opini Salamuddin Daeng: Apakah Bisa PLN Mewujudkan Transisi Energi Secara Total dan Mudah?

Foto : Istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Oleh: Salamuddin Daeng, Peneliti Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI)

Jawabannya bisa, asal mau dan tau sedikit apa yang bakal terjadi di depan kalau ngeyel atau ngotot tidak mau menjalankan transisi energi. Geopolitik internasional telah menggelar egendanya dan tidak seorangpun dapat menarik mundur transisi energy.

Di depan mata masalah yang paling pertama akan datang dari sektor keuangan, tidak ada uang lagi untuk melanjutkan perusahaan produsen energy fosil. Masalah kedua akan datang dari pajak. PLN akan bayar pajak 4 kali, mulai dari tambang batubaranya sendiri, pajak pembangkit batubara milik sendiri, beli listrik kotor dari pembangkit IPP batubara, dan jual listrik dari pembangkit batubara ke konsumen. Semua harus bayar denda pajak karbon yang sangat mahal. Masalah ketiga datang dari konsumen dunia yang menolak energy kotor.

Bukankah gampang bagi PLN menyelesaikan agenda transisi energinya. Apa itu, yakni memastikan semua pembangkit mengunakan energi baru terbaharukan, untuk semua pembangkit PLN.

Mari kita lihat caranya. Secara nasional sekarang Indonesia mengakumulasi 12% pembangkit terbaharukan dari kapasitas terpasang 72 gigawatt. Jadi Indonesia memiliki pembangkit terbaharukan sebanyak 9 Gigawatt. Ini angka yang cukup significant.
Halaman Selanjutnya....


Redaktur : Eko S
Penulis : Eko S

Komentar

Komentar
()

Top