Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis

Olahraga dan Politik

Foto : Noel Celis / AFP

A woman walks inside the Beijing Olympic Tower in Beijing, host of the 2022 Winter Olympic Games, on December 13, 2021.

A   A   A   Pengaturan Font

Meski dalam beberapa kasus olahraga dan politik susah dipisahkan dan buktinya sudah banyak, tetapi hendaknya kita semua harus memulai untuk tidak mengaitkan olahraga ­dengan politik. Olahraga justru harus bisa menetralkan suhu tinggi politik.

Olahraga dan politik adalah dua hal yang berbeda, sangat jauh berbeda. Bahkan dalam beberapa hal, olahraga dan politik bisa bertolak belakang. Dalam olahraga, orang berlomba-lomba untuk menjadi pemenang dengan menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas. Tetapi dalam politik, banyak orang berlomba-lomba menjadi pemenang dengan menghalakan segala cara (machiavelist).

Namun dalam beberapa hal banyak orang mengaitkan olahraga dengan politik, bahkan menggunakan olahraga untuk kepentingan politiknya. Lihat saja, untuk memprotes pendudukan Uni Sovyet (sekarang Russia) di Afghanistan, Amerika Serikat (AS) memboikot Olimpiade 1980 yang diselenggarakan di Moskow, Uni Sovyet. Tindakan AS tersebut diikuti tidak kurang dari 60 negara lainnya, termasuk Indonesia.

Nasib sama dialami Olimpiade 1984 di Los Angeles, AS. Uni Sovyet bersama 14 negara sekutunya balas memboikot. Akibatnya, dengan mudah AS keluar sebagai juara umum.

Bahkan Presiden Soekarno bukan hanya mengaitkan politik dengan olahraga, tetapi malah menjadikan olahraga sebagai penyaluran politiknya melalui penyelenggaraan Ganefo (Games of The New Emerging Forces) atau pesta olahraga negara-negara berkembang pada akhir tahun 1962 di Jakarta sebagai tandingan olimpiade. Indonesia merasa sakit hati dikecam Komite Olimpiade Internasional karena dalam Asian Games di tahun yang sama, tidak mengundang Israel dan Taiwan sebagai bentuk simpati terhadap negara-negara Arab dan Tiongkok.

Kini yang lagi ramai diperbincangkan adalah langkah AS melakukan boikot diplomatik Olimpiade Musim Dingin yang akan belangsung di Beijing, Tiongkok, Februari 2022 dengan alasan Tiongkok melakukan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di Xin Jiang.
Halaman Selanjutnya....


Redaktur : Koran Jakarta
Penulis : Koran Jakarta

Komentar

Komentar
()

Top