Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Nasionalisme Negara Ini Patut Dicontoh, Kuba Sebut Vaksin Buatan Dalam Negeri Bisa Lindungi dari Delta

1 Sabtu, 14 Agu 2021, 19:46 WIB | Oleh: Tim Penulis
Nasionalisme Negara Ini Patut Dicontoh, Kuba Sebut Vaksin Buatan Dalam Negeri Bisa Lindungi dari Delta Nasionalisme Negara Ini Patut Dicontoh, Kuba Sebut Vaksin Buatan Dalam Negeri Bisa Lindungi dari Delta Doc: ANTARA/REUTERS/Alexandre Meneghini
Ket. Warga berseru mengecam pemerintah dalam aksi protes menentang maupun mendukung pemerintah, di tengah wabah penyakit virus corona (COVID-19), di Havana, Kuba, Minggu (11/7/2021).

Havana - Kuba, yang bergulat dengan wabah COVID-19 mengerikan yang dipicu oleh varian Delta, mengatakan "hanya 21.000 orang" atau 0,8 persen dari 2,5 juta penerima vaksin buatan dalam negeri sejauh ini terkena penyakit tersebut.

Di antara mereka itu, sebanyak 99 orang atau 0,003 persen meninggal.

Menurut perusahaan biofarmasi negara,BioCubaFarma, kejadian itu menjadi tanda menggembirakan bahwa vaksin dalam negeri tersebut efektif, termasuk melawan Delta, apalagi dalam mencegah penyakit parah.

"Ini data yang sangat menjanjikan," kata kepala BioCubaFarma, Eduardo Martinez, di stasiun TV pemerintah.

Perusahaan sedang berencana memproduksi dosis yang dibutuhkan untuk memvaksinasi lengkap seluruh penduduk dengan vaksin domestik, Abdala dan Soberana 2, pada September, katanya.

Kalangan yang meragukan vaksin Kuba mengingatkan bahwa data masih memperlihatkan tingkat kasus kematian 0,47 persen.

Kuba sebelumnya menyebutkan bahwa pada pekan pertama Agustus tingkat itu mencapai 0,93 persen untuk seluruh negara, terlepas dari status vaksinasi.

Data pembanding yang tepercayasulit didapat. Laporan terkini dari media berita milik pemerintah provinsi menunjukkan
pelaporan kasus dan kematian pada statistik resmi di tengah wabah terparah Kuba sejak pandemimulai melanda.

Negara pulau berpenduduk 11 juta jiwa itu sedang berpacu memberikan vaksinasi lengkap kepada warganya saat memerangi salah satu beban kasus COVID-19 tertinggi di dunia.

Kuba mencatatkan lebih dari 8.000 kasus terkonfirmasi per hari selama dua pekan terakhir.

Otoritas mulai menyuntikkan secara masal vaksin Abdala dan Soberana 2 di Havana pada Mei, yang mereka klaim terbukti lebih dari 90 persen efektif dalam uji klinis tahap akhir, meski datanya belum diterbitkan di jurnal rekan sejawat.

Kuba, dipimpin oleh pemerintahan komunis, mengembangkan sebuah sektor biotek yang luar biasa besar untuk negara seukurannya.

Kuba merupakan satu-satunya negara Amerika Latin yang vaksin COVID-19 buatannya masuk ke uji coba tahap akhir.

Vaksin Abdala dan Soberana 2 buatan Kuba menarik minat dari negara-negara di seluruh dunia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...

IMF: PDB Vietnam akan Lampaui Indonesia Tahun Ini

1 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
IMF: PDB Vietnam akan Lampa...
Luar Negeri
Peretasan Kripto, Bagaimana...
Advertisement
Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.