Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis

Myanmar Makin Parah, Blinken Desak Tiongkok dan ASEAN Tekan Junta Militer Pulihkan Demokrasi

Foto : VOA/Reuters

Menlu AS Antony Blinken berbicara pada konferensi pers di Nusa Dua, Bali, Sabtu (9/7).

A   A   A   Pengaturan Font

NUSA DUA - Menteri Luar Negeri Amerika Antony Blinken hari Minggu (10/7) mengutuk penindasan yang dilakukan junta militer Myanmar, sembari mendesak Tiongkok dan blok negara-negara Asia Tenggara untuk menekan penguasa militer negeri Gajah Putih itu untuk memulihkan demokrasi dan mematuhi kesepakatan damai yang disepakati tahun lalu.

"Saya kira ini merupakan kewajiban Tiongkok dan demi kepentingan Tiongkok... melihat Birma kembali ke jalurnya sebelum diusik oleh kudeta," ujar Blinken yang menggunakan nama Birma, nama lama Myanmar, seperti dikutip VOA, Senin (11/7).

Dalam konferensi pers di Bangkok itu Blinken mengatakan meskipun ada kesepakatan damai "konsensus lima poin" tahun lalu yang dikembangkan ASEAN, "belum ada gerakan positif mengenai hal itu."

Sembilan negara ASEAN dan kepala junta militer Myanmar Min Aung Hlaing pada April 2021 lalu menandatangani kesepakatan yang mencakup penghentian segera kekerasan dan melanjutkan pembicaraan di antara semua pihak. "Negara-negara ASEAN perlu meminta pertanggungjawaban rezim itu... juga terus menuntut penghentian aksi kekerasan dan pembebasan tahanan," tegasnya.

Sebaliknya, lanjut Blinken, "Saya kira tidak ada gerakan positif, malah terus terjadi penindasan terhadap rakyat Birma, dan kami terus melihat terjadinya hal ini (aksi kekerasan.red) terhadap seluruh oposisi di penjara atau yang berada di pengasingan."
Halaman Selanjutnya....


Redaktur : Lili Lestari
Penulis : -

Komentar

Komentar
()

Top