Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video
Piala Eropa

Misi Inggris Amankan Posisi

Foto : AFP
A   A   A   Pengaturan Font

Kemenangan atas Skotlandia akan mengurangi tekanan pada Inggris jelang laga terakhir Grup D melawan Republik Ceko.

LONDON - Inggris berupaya merebut dua kemenangan dari dua pertandingan Piala Eropa 2020 saat menjamu Skotlandia di Wembley, Sabtu (19/6) dini hari WIB.

Tim berjuluk "The Three Lions" itu mengawali babak penyisihan grup Piala Eropa 2020 dengan kemenangan 1-0 atas Kroasia pada hari Minggu lalu. Sementara Skotlandia menderita kekalahan 2-0 dari Republik Ceko. Tim asuhan Steve Clarke itu berharap bangkit dalam laga kedua Grup D.

Raheem Sterling mencetak satu-satunya gol dalam pertandingan melawan Kroasia saat Inggris memulai tantangan Grup D dengan kemenangan penting di Wembley. Sebenarnya, itu adalah pertandingan yang relatif nyaman bagi "The Three Lions" melawan tim Kroasia yang kesulitan menembus pertahanan Inggris.

Tim asuhan Gareth Southgate itu kini mengincar kemenangan kedua berturut-turut. Kemenangan atas Skotlandia akan menghilangkan tekanan menjelang pertandingan terakhir Grup D melawan Republik Ceko pada 22 Juni mendatang.

Inggris sekarang telah menang dalam tujuh pertandingan terakhir di semua kompetisi dan kebobolan hanya sekali selama periode itu.

"The Three Lions", yang belum pernah melewati perempat final Piala Eropa sejak mencapai babak empat besar pada tahun 1996, tidak terkalahkan dalam empat pertandingan terakhir melawan Skotlandia. Meski demikian kedua negara bermain imbang 2-2 ketika terakhir kali mereka bertemu. Itu terjadi pada pada 2017 dalam laga kualifikasi untuk Piala Dunia 2018.

Tidak ada tekanan kuat pada Inggris untuk meraih kemenangan. Tapi hal yang sama tidak dapat dikatakan untuk Skotlandia, yang berada dalam posisi sulit karena kekalahan dua gol yang mengecewakan dari Republik Ceko awal pekan ini.

Skotlandia memiliki momen mereka di Glasgow tetapi kebobolan di akhir babak pertama oleh gol Patrik Schick. Mereka menyelesaikan babak penyisihan Grup D mereka melawan Kroasia pada 22 Juni. Skotlandia bermain di putaran final Piala Eropa sejak 1996. Mereka juga menghadapi Inggris di babak penyisihan grup dan turnamen besar untuk kali pertama sejak Piala Dunia 1998.

Hasil positif dalam laga kontra Inggris akan membuat mereka berada di posisi kedua atau ketiga, menjelang pertandingan terakhir melawan Kroasia.

Skotlandia akan bersemangat untuk menghadapi Inggris. Tapi masih harus dilihat apakah mereka memiliki kualitas yang cukup untuk mengecewakan "The Three Lions" yang berupaya memuncaki klasemen. Hal itu mengingat Portugal, Prancis atau Jerman bisa menunggu di babak 16 besar.

Bungkam Kritik

Southgate telah membungkan kritik publik Inggris yang skeptis tentang kemampuannya memimpin The Three Lions dengan melaju ke semifinal Piala Dunia tiga tahun lalu.

Kini dia menghadapi situasi serupa karena pemilihan pemain pada laga pembuka memicu protes di media sosial. Southgate memilih Sterling bukan kapten Aston Villa Jack Grealish.

Dimasukkannya Phillips bersama Declan Rice di lini tengah dan keputusan untuk meminggirkan Kieran Trippier sebagai bek kiri juga dipertanyakan. Tapi keputusan Southgate terbukti benar. Phillips bekerjasama dengan Sterling untuk mencetak satu-satunya gol, sementara Trippier membantu menjaga clean sheet.

Sothgate membangun kembali reputasinya dalam tiga tahun sebagai pelatih tim U-21 Inggris antara 2013 hingga 2016. Dia membina hubungan dengan sejumlah pemain internasional yang sekarang senior seperti Sterling, Harry Kane, Marcus Rashford, John Stones dan Jordan Pickford.

Sentuhan pribadi itu adalah kekuatan utama pria berusia 50 tahun itu sebagai pelatih tim nasional Inggris.

"Dia hebat untuk diajak bicara. Dia selalu merangkul para pemain, itu yang penting," ujar Phil Foden, yang pada usia 21 tahun dan bermain pada turnamen besar pertamanya.

Southgate memulai dengan awal yang sempurna, tetapi jalan masih panjang jika dia ingin mengakhiri paceklik gelar Inggris yang telah berlangsung 55 tahun.

Perkiraan Formasi

Inggris 4-3-3

Pickford

Walker, Stones, Mings, Shaw

Phillips, Rice, Mount

Sterling, Kane, Foden

Skotlandia 3-5-2

Marshall

Hendry, Hanley, Tierney

O'Donnell, McTominay, Armstrong, McGinn, Robertson

Dykes, Adams

(ben/AFP/mss)
Redaktur : MSS
Penulis : Benny Mudesta Putra, AFP

Komentar

Komentar
()

Top