Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mensos: Fungsi Utama Jembatan Gantung untuk Mitigasi Bencana

📅 Minggu, 28 Mei 2023, 22:41 WIB | Oleh:
Mensos: Fungsi Utama Jembatan Gantung untuk Mitigasi Bencana Doc: ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari
Ket. Mensos Tri Rismaharini meresmikan jembatan di Kecamatan Koto Salak, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat pada Minggu (28/5/2023)

DHARMASRAYA -- Menteri Sosial Tri Rismaharini mengatakan fungsi utama jembatan gantung yang selama ini dibangun oleh Taruna Siaga Bencana (Tagana) untuk mitigasi bencana.Hal ini diungkapkan Risma saat meresmikan jembatan gantung di Kecamatan Koto Salak, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, yang menghubungkan Kecamatan Koto Salak dan Kecamatan Sungai Rumbai pada Minggu sore."Hari ini ternyata dari masukan kita sudah bangun 173 jembatan seperti ini, paling banyak untuk mitigasi bencana. Jadi rata-rata untuk menghindari kalau misalkan terjadi tsunami, kemudian air masuk ke sungai, maka kita buat jembatan gantung yang di atas yang titiknya udah kita hitung ketinggiannya," kata diasaat ditemui di lokasi.Ia mengatakan jembatan gantung yang dibangun oleh Tagana merupakan upaya mitigasi demi melindungi masyarakat di daerah rawan bencana."Kalau terjadi bencana kita bisa hindarkan, bisa lari dengan jembatan gantung ini, jadi Tagana udah buat ini di beberapa tempat," kata dia.Ia juga menuturkanpembangunan jembatan gantung sesuai permintaan warga setempat, sedangkan jembatan yang dibangun di Kecamatan Koto Solok menjawab permintaan masyarakat sekitar untuk menghubungkan perekonomian mereka."Kali ini, permintaan warga di sini untuk menghubungkan akses mereka ke pasar, ke sekolah bisa lebih mudah daripada harus berputar dulu 10 kilometer," ujar dia.Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan menjelaskanselama ini masyarakat harus melewati jalan yang berputar selama kurang lebih 1,5 jamsehingga jembatan ini bisa menghemat waktu."Ini 15 menit. Biasanya 1,5 jam Kecamatan Sungai Rumbai, karena udah ada jembatan sekarang bisa hanya 15 menit," kata dia.Risma berpesan kepada masyarakat bisa turut menjaga jembatan ini agar bisa memberi manfaat jangka panjang."Ketahanan jembatan ini kurang lebih 15 tahun, dan bisa dilewati maksimal tiga pejalan kaki dan satu motor, nanti kita (untuk perawatannya, red.) kan kita ada Tagana juga di kabupaten ini dan sudah kita latih terus-menerus, jadi kalau ada sesuatu, mereka sudah mengerti bagaimana menanganinya," tutur dia.

Adapun jembatan ini juga dibangun dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Ke-19 Tagana.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

55 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.