Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis

Mengharukan, Ukraina Beri Penghormatan Kepada Perempuan Rusia yang Bela Ukraina

Foto : Istimewa/AP/Roman Hrytsyna

Seorang tentara Ukraina memegang foto Olga Simonova, perempuan Rusia yang tewas membela Ukraina dalam pertempuran melawan Rusia di wilayah Donetsk, Kyiv, Ukraina, Sabtu, 16 September 2022.

A   A   A   Pengaturan Font

Kiev - Teman-teman dan sesama pejuang mengucapkan selamat tinggal kepada seorang perempuan Rusia yang tewas saat bertempur di sisi Ukraina untuk melawan negara asalnya sendiri.

Seperti dikutip dari VoA, dalam acara pemakaman di Kyiv pada Jumat (16/9), Olga Simonova, 34 tahun, dikenang atas keberanian dan kebaikannya.

"Ia dihormati bukan hanya sebagai komandan, tapi sebagai seorang pribadi," kata Dmytro Karabinovskyi, teman dan mantan komandan.

Olga bergabung dalam pertempuran di Donbas di sisi Ukraina, pertama sebagai pejuang relawan, kemudian sebagai paramedik dan akhirnya sebagai anggota Angkatan Bersenjata.

Pada 2017, ia mendapat kewarganegaraan Ukraina. Teman-temannya mengatakan ia meninggal pada 13 September, saat kendaraannya mengenai ranjau darat.

Peti Simonova dibungkus dengan bendera Ukraina berwarna biru dan kuning, dengan boneka singa di atasnya. Julukannya adalah"Simba,"seperti karakter utama dalam kartun Disney "The Lion King."

Simonova mengatakan ia tidak pernah menyembunyikan asal usulnya dan meraih kepercayaan mereka dengan menunjukkan komitmennya kepada Ukraina di medan tempur.

Sebelumnya diberitakan, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dan beberapa anggota delegasi Rusia diberikan visa untuk berpartisipasi dalam sesi ke-77 Majelis Umum PBB di New York.

"Kami mengharapkan visa untuk sisa delegasi, serta penyelesaian masalah logistik yang cepat, mengingat sanksi ilegal yang dijatuhkan oleh AS, memblokir logistik untuk kedatangan perwakilan Rusia untuk berpartisipasi dalam tugas Majelis Umum PBB," kata Kementerian Luar Negeri Rusia kepada kantor berita TASS dan RIA.


Redaktur : Marcellus Widiarto
Penulis : Antara

Komentar

Komentar
()

Top