Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video

Mendesakkah PON Diselenggarakan?

Foto : Antara
A   A   A   Pengaturan Font

Olahraga memang perlu, tetapi tetap tidak sevital keselamatan jiwa. Alangkah bijak bila pemerintah menunda pelaksanaan PON Papua. PON bukan sesuatu esensial dan kritikal yang tidak bisa ditunda. Tanpa mengecilkan persiapan atlet dan pembangunan venues pertandingan, rasanya lebih masuk akal bila pemerintah menundanya.

Di sela-sela Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat (PPKMD), kemarin, Presiden Joko Widodo bersama sejumlah pejabat seperti Menpora, Zainudin Amali, serta Ketua KONI, Marciano Norman, mengadakan rapat terbatas membas pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua yang akan digelar 2-15 Oktober.

Menurut Zainudin, hasil rapat tersebut memutuskan bahwa PON Papua akan tetap dijalankan sesuai dengan jadwal. Pertanyaannya, apakah PON sesuatu yang mendesak, sehingga tidak dapat ditunda, kalau mengingat kegentingan situasi Covid-19 belakangan?

PON Papua akan melibatkan sekitar 6.500 atlet dan 3.500 ofisial. Kalau tanpa pantia dan petugas lain seperti keamanan, PON setidaknya akan melibatkan 10.000 lebih orang. Ini adalah jumlah yang terlalu banyak untuk masa PPKMD.

Tahun lalu, saat PON Papua diputuskan untuk ditunda saja, kondisi belum segawat sekarang. Waktu itu, katakanlah, tanggal 2 Oktober 2020, hari itu tambahan pasien terinfeksi Covid-19 "baru" 4.317 secara nasional. Sedangkan sekarang naik 10 kali lipat, 47.899 kasus (13/7)!!

Baca Juga :
Ekonomi Kerakyatan

Saat (13/7) ini jumlah terinfeksi di Papua 27.110. Sedangkan tambahan (12/7) 824 kasus baru. Dulu pada 20 Oktober 2020 angka terinfeksi di Papua "baru" sebanyak 368.842kasus. Penambahan harian pada tanggal yang sama 3.602 kasus baru Covid-19.

Bayangkan dengan kondisi Oktober 2020 seperti itu saja (belum separah sekarang) pemerintah memutuskan untuk menunda PON Papua. Mengapa kondisi sekarang jauh lebih parah, malah diputuskan untuk dijalankan? Kondisi sekarang yang jauh lebih parah dari Oktober 2020, sangat layak dan sepantasnya menjadi alasan penundaan PON Papua.

Olahraga memang perlu, tetapi tetap tidak sevital keselamatan jiwa. Alangkah bijak bila pemerintah menunda pelaksanaan PON Papua. PON bukan sesuatu esensial dan kritikal yang tidak bisa ditunda. Tanpa mengecilkan persiapan atlet dan pembangunan venues pertandingan, rasanya lebih masuk akal bila pemerintah menundanya.

Apalagi sekarang pemerintah juga menjalankan PPKMD luar Jawa-Bali. PON akan mengalirkan 10.000-an manusia ke Papua. Itu berarti akan ada perjalanan udara dan darat, mungkin juga laut. Betapa pun para atlet, ofisial, panitia dan masyarakat sekitar sudah divaksinasi seperti perintah Presiden Joko Widodo, rasanya tetap sulit menghindari ketidaktaan protokol kesehatan, khususnya menyangkut kerumunan.

Baca Juga :
"Toxic" Media Sosial

Pasti akan ada kerumunan dalam perjalanan ke bandara (naik bus) dan dari bandara (menuju penginapan). Hilir mudik dari penginapan, tempat latihan, dan venues pertandingan juga terjadi. Alasan-alasan ini mestinya menjadi pertimbangan untuk menunda PON Papua.

(wid/G-1)
Redaktur : Aloysius Widiyatmaka
Penulis : Aloysius Widiyatmaka

Komentar

Komentar
()

Top