Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Edisi Weekend Foto Video Infografis

Menaker: THR Harus Dibayar Penuh

Foto : Muhamad Ma'rup

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah, dalam konferensi pers, di Jakarta, Senin (18/3).

A   A   A   Pengaturan Font

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah, menekankan Tunjangan Hari Raya (THR) harus dibayar penuh. THR keagamaan merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh pengusaha kepada pekerja/buruh.

JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah, menekankan Tunjangan Hari Raya (THR) harus dibayar penuh. THR keagamaan merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh pengusaha kepada pekerja/buruh.

"Saya minta perusahaan agar memberikan perhatian dan taat terhadap ketentuan ini," ujar Menaker, dalam konferensi pers, di Jakarta, Senin (18/3).

Dia mengatakan, THR keagamaan wajib dibayarkan secara penuh dan paling lambat 7 hari sebelum hari raya keagamaan. Menurutnya, pemberian THR juga tidak boleh dicicil. "THR keagamaan ini harus dibayar penuh, tidak boleh dicicil. Sekali lagi saya pertegas Kembali, THR harus dibayar penuh dan tidak boleh dicicil," jelasnya.

Sebagai informasi, Menaker telah menerbitkan Surat Edaran Nomor M/2/HK.04/III/2024 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan 2024 Bagi Pekerja/Buruh Di Perusahaan. SE tersebut ditujukan kepada para gubernur di seluruh Indonesia.

Skema THR
Halaman Selanjutnya....


Redaktur : Sriyono
Penulis : Muhamad Ma'rup

Komentar

Komentar
()

Top