Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Edisi Weekend Foto Video Infografis

Memanas Semoga Tidak Pecah Perang, Prajurit Filipina Terluka Akibat Insiden Terbaru dengan China di LCS

Foto : Antara/Central Intelligence Agency via Wikipedia

"Sembilan Garis Putus-putus" (berwarna hijau) yang menandakan klaim Republik Rakyat China di Laut China Selatan, berdasarkan peta yang dibuat CIA pada 1988.

A   A   A   Pengaturan Font

Ankara - Sedikitnya delapan prajurit Filipina terluka ketika Penjaga Pantai China menggeledah sebuah kapal Filipina di perairan Laut China Selatan (LCS) yang disengketakan.

Selama konfrontasi antara pasukan kedua negara di LCS pada Senin (17/6), jari seorang prajurit juga dipotong, menurut laporan media lokal, Inquirer.

Pada Selasa (18/6), Angkatan Bersenjata Filipina mengonfirmasi bahwa seorang pelaut angkatan lautnya mengalami cedera parah setelah tabrakan berkecepatan tinggi yang disengaja oleh Penjaga Pantai China (CCG) terhadap kapal Filipina yang sedang menjalani misi pasokan ulang.

Pejabat Filipina juga mengklaim bahwa personel CCG menusuk kapal angkatan laut menggunakan bolo mereka dan kemudian menyita senjata mereka.

"Kami memiliki senjata, tetapi kami tidak menggunakannya. Kami tidak ingin memulai perang," kata Panglima Militer Filipina Jenderal Romeo Brawner Jr.

Dia mengatakan bahwa tentara Filipina bertempur dengan tangan kosong untuk mencegah pasukan China menyerang mereka.

Pada Senin, personel CCG dilaporkan menyetop, menaiki, dan menggeledah sebuah kapal Filipina yang dianggap masuk tanpa izin ke perairan dekat Ren'ai, terumbu karang yang tenggelam di Kepulauan Spratly, LCS.

Selama eskalasi baru itu, kata CCG, pasukan China dengan paksa mengusir kapal Filipina dari perairan yang disengketakan, di mana kapal itu berusaha mengirim material ke kapal perangnya yang kandas secara ilegal.

Ini adalah kali pertama sejak CCG memberlakukan aturan baru operasi mereka di LCS. Berdasarkan pedoman baru itu, China bisa menahan tersangka pelanggar hingga 60 hari.

Kapal Filipina itu sedang dalam misi pasokan ulang ke kapal perang era Perang Dunia II yang kandas, BRP Sierra Madre, di beting yang diklaim oleh Beijing dan Manila.

Sementara Beijing menuduh Manila melanggar Peraturan Internasional untuk Pencegahan Tabrakan di Laut, Filipina menyebut klaim China "menipu dan menyesatkan."

Kedua negara tetangga maritim tersebut memiliki klaim yang saling bertentangan atas Second Thomas Shoal-juga dikenal sebagai Ayungin Shoal, Bai Co May, dan Ren'ai Jiao-terumbu karang yang tenggelam di Kepulauan Spratly di LCS.


Redaktur : Marcellus Widiarto
Penulis : Antara

Komentar

Komentar
()

Top