Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis
Kebijakan Bank Sentral

Mata Uang Digital Permudah Sistem Pembayaran Global

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

LONDON - Lembaga think tank, International Regulatory Strategy Group (IRSG), menyatakan aturan global akan memungkinkan mata uang digital bank sentral beroperasi lintas batas dengan lancar dan mempercepat pembayaran grosir. Saat ini, sebagian besar bank sentral, termasuk Federal Reserve (The Fed), Bank Sentral Inggris (BoE) dan Bank Sentral Eropa (ECB), sedang mempelajari potensi peluncuran versi digital mata uang mereka.

"Kunci untuk mewujudkan potensi penuh CBDC (Central Bank Digital Currency) adalah memastikan bahwa mereka dapat beroperasi di pasar yang berbeda untuk memfasilitasi pembayaran lintas batas grosir," kata Ketua IRSG, Kay Swinburne, di London, Inggris, akhir pekan lalu. "Prinsip dan kolaborasi regulasi global akan dibutuhkan untuk mewujudkan visi ini," imbuhnya.

Menurut IRSG yang didukung City of London Corporation, ada banyak manfaat untuk memasukkan CBDC dalam pembayaran digital grosir jika dibuat interoperable untuk transaksi lintas batas. IRSG menambahkan harmonisasi aturan akan memungkinkan perusahaan-perusahaan yang dilisensikan di satu yurisdiksi untuk menyediakan layanan di negara lain, dan menghentikan negara-negara yang mencoba melemahkan satu sama lain dengan aturan yang lebih longgar.

Sebelumnya, Deputi Gubernur The Fed, Lael Brainard, menyatakan uang digital dollar AS dapat membantu memastikan stabilitas sistem keuangan karena aset kripto dan mata uang digital yang dikembangkan oleh negara lain menjadi semakin populer.

"Saat kami menilai sistem keuangan digital masa depan adalah bijaksana untuk mempertimbangkan bagaimana mempertahankan akses publik yang siap untuk uang bank sentral yang aman, mungkin melalui analog digital dari penerbitan mata uang fisik Federal Reserve," kata Brainard dalam kesaksian yang dirilis sebelum penampilannya tentang masalah ini di hadapan Komite Jasa Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat AS, beberapa waktu lalu. "Kami menyadari ada risiko tidak bertindak, sama seperti ada risiko bertindak," katanya.
Halaman Selanjutnya....


Redaktur : Muchamad Ismail
Penulis : Muchamad Ismail, Antara

Komentar

Komentar
()

Top