Kawal Pemilu Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis

Masyarakat Diharapkan Tetap Waspada Terhadap Risiko Covid-19 di Masa Endemi

Foto : istimewa

waspada masa endemi

A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Meski Covid-19 saat ini telah berstatus endemi namun masyarakat diharapkan tetap waspada. Meski tetap menyadari akan risiko bahayanya serta mengetahui langkah penanganan yang tepat dan tepat waktu jika terjadi infeksi.

Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas IndonesiaProf.drh. Wiku Bakti Bawono Adisasmito, MSc. PhD., selaku menjelaskan, walaupun kasus infeksi Covid-19 secara nasional terkendali, kesadaran dan kesigapan masyarakat untuk secara mandiri menghadapi potensi risiko terpapar virus Covid-19 masih diperlukan. Perubahan ke fase endemik, tidak berarti ancaman Covid-19 sudah hilang.

Sebagai virus RNA, Covid akan terus bermutasi sehingga akan terus memunculkan varian baru yang mungkin saja memiliki daya tular tinggi. Penting bagi kita semua untuk tetap waspada, terutama bagi kelompok masyarakat berisiko tinggi seperti lansia dan penderita penyakit penyerta seperti hipertensi, kardiovaskular, diabetes dan ginjal.

"Untuk masyarakat berisiko tinggi ini, Covid-19 gejala yang ringan pun dapat berubah menjadi Covid-19 berat," kata dia dalam webinar bertajukSadari Siaga Solusi terhadap Mutasi Virus di Masa Endemi COVID-19, Rabu (30/8).

Anggota Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), DRdr. Erlina Burhan, SpP(K), mengatakan, agar terhindar dari risiko COvid -19, selain melaksanakan protokol kesehatan, penting pula untuk segera melaksanakan tes jika mengalami gejala utama Covid-19. Gelaja dimaksud adalah sakit tenggorokan, batuk, pilek, demam, dan kehilangan indra penciuman.

"Namun, jika positif terinfeksi Covid-19, kini telah tersedia obat antivirus yang digunakan sebagai pengobatan Covid-19.Jika seseorang terkonfirmasi positif Covid-19, segera periksa ke dokter untuk mengetahui apakah pasien memenuhi syarat untuk mendapatkan obat antivirus," ujar dalam webinar Rabu (30/8).

Cara kerja obat antivirus yaitu dengan menargetkan bagian tertentu dari virus untuk menghentikan proses replikasi di dalam tubuh, sehingga membantu mencegah keparahan penyakit dan kematian.Agar mendapatkan pengobatan COVID-19 yang optimal, ia menyarankan untuk segera periksa ke dokter untuk mengetahui penanganan lebih lanjut setelah gejala pertama COVID-19 muncul.

Dokter Erlina juga mengingatkan masyarakat untuk segera mengambil langkah sedini mungkin jika terinfeksi Covid-19.Apapun langkah yang dipilih, pengobatanCovid-19akan lebihefektif jika dimulai sesegera mungkin setelah dinyatakan positif.

"Tidak perlu menunggu sampai gejala memburuk. Selain itu, prosespengobatansebaiknya dimulaisaat gejalamuncul. Semoga dengan "Sadari, Siaga, Solusi", masyarakat dapat mengantisipasi ancaman Covid-19 di masa endemi dengan cepat dan tepat," jelasnya.

Presiden Direktur Pfizer Indonesia. Nora T. Siagian, mengatakan, melalui edukasiSadari Siaga Solusi terhadap Mutasi Virus di Masa Endemi COVID-19 ,masyarakat diharapkan mampu melakukan penilaian risiko secara mandiri, mengetahui apa yang harus dilakukan jika mereka terkena Covid-19, dan bersiap untuk bertindak jika setelah dites terinfeksi Covid-19.

"Pesan edukasi "Sadari, Siaga Solusi" diharapkanmendorong masyarakat di masa endemi ini untuk segera berkonsultasi dengan dokter jika mengalami gejala-gejala infeksi Covid-19 terutama untuk masyarakat berisiko tinggi, agar segera mendapatkan terapi pengobatan COVID-19 yang tepat sedini mungkin," jelasdia.


Redaktur : Aloysius Widiyatmaka
Penulis : Haryo Brono

Komentar

Komentar
()

Top