Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video

Markis Kido Pahlawan Indonesia

Foto : ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/foc

Sejumlah keluarga Almarhum Markis Kido melakukan prosesi tabur bunga di TPU Kebon Nanas, Jakarta Timur, Selasa (15/6/2021). Mantan Atlet timnas Bulutangkis Indonesia peraih emas Olimpiade Markis Kido meninggal pada Senin (14/6) pada usia 37 tahun.

A   A   A   Pengaturan Font

Tidak ada salahnya pemerintah mengatur ulang kriteria orang yang bisa dimakamkan di TMP, bukan hanya memperluas kriteria bagi yang ­layak tetapi juga mengevaluasi yang selama ini dinilai tidak ­layak.

Hari Senin (14/6) malam kita dikejutkan dengan kabar bahwa pebulu tangkis Markis Kido meninggal dunia. Ia meninggal saat bermain badminton, olahraga yang membesarkan namanya dan nama Indonesia, bersama rekan-rekannya di GOR Petrolin Tangerang.

Keesokan harinya, jenasah Markis Kido dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Kebon Nanas, Jakarta Timur, satu liang dengan ayahnya. Banyak yang bertanya-tanya, mengapa pemain yang sudah mengahrumkan nama bangsa dan negara di dunia internasional tidak bisa dimakamkan di Taman Makam Pahlawan? Apa Markis Kido bukan pahlawan?

Markis Kido jelas pahlawan. Terlalu banyak jasanya yang ia sumbangkan untuk mengharumkan nama bangsa dan negara. Pemain ganda putra tersebut adalah peraih emas Olimpiade Beijing 2008 berpasangan dengan Hendra Setiawan.

Markis dan Hendra menyelamatkan muka Indonesia di Beijing. Dengan jumlah atlet 24, Indonesia hanya berada di posisi ke-42, di atas India, Iran, dan Belgia. Itu pun terangkat berkat satu-satunya emas yang ia raih dari 302 medali emas yang diperebutkan. Bayangkan kalau ganda putra tidak menyumbang emas, kita akan berada di peringkat 60-an.

Hingga saat ini Indonesia baru meraih 7 medali emas sepanjang sejarah keikutsertaannya di Olimpiade. Dan hanya ada 11 atlet yang bisa meraih emas olimpiade, semuanya dari cabang bulu tangkis.

Tidak hanya emas olimpiade, Markis kido juga juara di Kejuaraan Dunia BWF 2007, juara Piala Dunia Bulu Tangkis 2006, medali emas Asian Games 2010 dan puluhan gelar lainnya.

Apa yang menyebabkan Markis Kido tidak bisa dimakamkan di TMP? Menurut ketentuan, untuk bisa dimakamkan di TMP seseorang harus mendapatkan penghargaan dari pemerintah (Presiden RI) berupa bintang Republik Indonesia, Bintang Mahaputera, Bintang Sakti, Bintang Gerilya, dan anggota TNI Polri yang gugur dalam pertempuran.

Atas prestasi yang diraihnya selama ini, Markis Kido meraih penghargaan Parama Kridha Utama Kelas I dari Presiden, dan itu tidak termasuk yang bisa dimakamkan di TMP.

Tidak dimakamkannya Markis Kido di TMP tidaklah mengurangi kepahlawannya. Markis Kido tetaplah pahlawan Indonesia. Banyak juga pahlawan yang sudah berjuang bertempur di zaman penjajahan dan tokoh-tokoh besar Indonesia yang tidak dimakamkan di TMP. Toh masyarakat tetap menganggap mereka pahlawan.

Meski demikian, tidak ada salahnya pemerintah mengatur ulang kriteria orang yang bisa dimakamkan di TMP, bukan hanya memperluas kriteria bagi yang layak tetapi juga mengevaluasi yang selama ini dinilai tidak layak.

Untuk itu, pemberian penghargaan yang menentukan seseorang memenuhi kriteria untuk bisa dimakamkan di TMP harus lebih selektif lagi, harus lebih ketat, bukan hanya karena pertemanan.

Peraih medali emas olimpiade harus bisa dimakamkan di TMP. Kalau itu ada syaratnya, jadikan mereka memenuhi syarat untuk meraih itu. Karena jasanya, Indonesia bisa menjadi terpandang di manca negara. Toh jumlah mereka tidak banyak, sampai saat ini hanya 11 orang dari 275 juta penduduk Indonesia.


Redaktur : Aloysius Widiyatmaka
Penulis : MSS

Komentar

Komentar
()

Top