Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis

Mampukah Martin Kejar Bagnaia

Foto : JAVIER SORIANO / AFP

memberikan keterangan I Pembalap Ducati Italia Francesco Bagnaia (Kiri) dan pebalap Ducati Spanyol Jorge Martin saat memberikan keterangan, Kamis (23/11) di arena pacuan kuda Ricardo Tormo di Cheste, jelang Grand Prix MotoGP Valencia.

A   A   A   Pengaturan Font

VALENCIA - Francesco Bagnaia memasuki akhir pekan terakhir musim MotoGP yang mendebarkan di Valencia. Upayanya mempertahankan gelar masih dalam ancaman meskipun satu-satunya rival Jorge Martin tampaknya sudah putus asa dengan mengatakan, "Mereka mencurinya dari saya."

Mereka yang dimaksud Martin adalah pemasok ban Michelin yang menurutnya membuatnya kehilangan poin berharga di MotoGP Qatar hari Minggu lalu. Pembalap tim Ducati-Pramac itu finis di urutan ke-10 dan Bagnaia di urutan kedua.

Hasil itu membuatnya terpaut 21 poin dari Bagnaia menjelang sesi Sprint hari Sabtu (25/11). Kemenangan di sesi Sprint dan balapan utama hari Minggu akan menghasilkan 37 poin bagi pembalap.

Bagnaia bisa meredakan tekanan sepenuhnya dengan mengamankan gelar dalam sprint hari Sabtu. Jika pembalap Ducati itu dapat meningkatkan keunggulannya menjadi 25 poin, akan yakin menjadi juara karena meraih enam kemenangan grand prix. Sedangkan Martin hanya memiliki empat kemenangan. Kemenangan sprint tidak diperhitungkan dalam tie-break karena poin pembalap sama.

Namun, Bagnaia yang berusia 26 tahun dikalahkan dalam sprint oleh Martin di Qatar. Ini mengakibatkan keunggulannya di klasemen berkurang menjadi tujuh poin. Itu terjadi sebelum perjalanan yang membawa bencana bagi Martin dalam balapan utama. Pembalap Spanyol itu menyalahkan ban belakangnya yang jelek.

"Sangat disayangkan setelah musim yang hebat, bekerja keras, saya merasa mereka mencurinya," ujar Martin. Dia pikir bisa melakukannya, tapi sekarang ini menjadi sangat sulit. Pembalap 25 tahun itu tampil bagus di paruh kedua musim dan memangkas keunggulan 62 poin Bagnaia.

Namun, Martin kecewa dan timnya berharap Martin bisa menyalurkan kekecewaannya akhir pekan ini untuk memperbaiki kesalahan. "Saya satu-satunya pembalap di semua grid, di semua kategori, yang mengalami ini. Jadi pasti ada yang salah dengan bannya," ujarnya.

Dia menyayangkan kejadian ini. Mereka perlu meningkatkan diri. Tidak bisa diterima kalau juara MotoGP ditentukan oleh ban. Skenario saat ini sudah tidak asing lagi bagi Bagnaia, yang sempat unggul 23 poin sebelum GP Valencia tahun lalu. Dia akhirnya mengamankan gelar dengan selisih 17 poin dari juara bertahan asal Prancis, Fabio Quartararo.

"Ini jelas memberi lebih banyak ruang untuk bernapas tetapi masih belum cukup untuk bersantai sepenuhnya," ujar Bagnaia. Menurutnya, Valencia adalah trek untuk tampil cepat di masa lalu. Dia yakin dapat melakukannya lagi.

Jika Martin memenangkan sprint dan grand prix, Bagnaia harus mencetak 16 poin atau lebih di dua balapan untuk memenangkan gelar. Naik podium hari Minggu sudah cukup baginya.

Bagnaia mengatakan, pendekatan akhir pekan ini tidak akan berubah dari balapan lainnya. Tujuannya akan sama: bekerja dengan baik sejak sesi pertama hari Jumat dan mencoba memperjuangkan kemenangan dalam balapan. Dia tenang dan menantikan berada di jalur tepat untuk aksi terakhir musim ini. ben/AFP/G-1


Redaktur : Aloysius Widiyatmaka
Penulis : Benny Mudesta Putra, AFP

Komentar

Komentar
()

Top