Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Edisi Weekend Foto Video Infografis
Sengketa LTS I Tiongkok Khawatir dengan Aktivitas Petronas di LTS

Malaysia Bertekad untuk Lindungi Kedaulatannya

Foto : AFP/LISA MARIE DAVID

Sikap Malaysia l PM Malaysia, Anwar Ibrahim, saat berkunjung ke Manila pada awal Maret lalu. Pada Sabtu (8/4) Kementerian Luar Negeri Malaysia menegaskan bahwa pemerintah Malaysia berpendirian teguh bahwa isu-isu yang berkaitan dengan LTS harus diselesaikan secara damai dan konstruktif berdasarkan hukum internasional.

A   A   A   Pengaturan Font

KUALA LUMPUR - Malaysia pada Sabtu (8/4) menegaskan akan melindungi kedaulatan dan kepentingannya di Laut Tiongkok Selatan (LTS) seperti tertuang dalam Peta Baru Malaysia 1979. Penegasan Malaysia itu diutarakan setelah Beijing menyatakan kekhawatiran atas proyek energi Malaysia di perairan itu, yang sebagian juga diklaim oleh Tiongkok.

Sebelumnya pada Selasa (4/4), pada rapat kerja perdana menteri di parlemen, Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, mengatakan Tiongkok khawatir dengan aktivitas perusahaan energi milik negara, Petronas, di kawasan LTS yang oleh Tiongkok juga diklaim sebagai wilayah mereka.

PM Anwar beberapa waktu lalu sebelumnya memang menegaskan bahwa Petronas akan meneruskan aktivitas mereka di LTS. Petronas melakukan eksplorasi minyak dan gas di zona ekonomi eksklusif (ZEE) dan beberapa tahun terakhir sering berhadapan dengan kapal Tiongkok.

PM Anwar kemudian menyatakan setiap masalah yang terkait dengan LTS harus dibahas atau diselesaikan secara damai menggunakan platform yang ada. Penyelesaian juga dilakukan melalui jalur diplomatik dan tanpa mempengaruhi kedaulatan, hak berdaulat dan kepentingan nasional, untuk menghindari peningkatan ketegangan (eskalasi) dan ancaman atau penggunaan kekuatan (threat or use of force).

Disampaikan pula bahwa dalam upaya bersama untuk memastikan LTS tetap menjadi laut yang damai, stabil, dan aman untuk jalur perdagangan, Malaysia akan terus melakukan pendekatan diplomasi dalam berhubungan dengan negara lain, termasuk Tiongkok.

Pendekatan negosiasi saat ini juga sedang diambil oleh negara-negara anggota Asean dan Tiongkok untuk menyelesaikan kode etik di LTS. Asean dan Tiongkok berkomitmen pada proses tersebut untuk menghasilkan kode etik berdasarkan hukum internasional, termasuk Konvensi PBB tentang Hukum Laut (United Nations Convention on the Law of the Sea/UNCLOS) Tahun 1982.

Tuai Kecaman

Dalam keterangannya, PM Anwar pun mengatakan bahwa ia terbuka untuk bernegosiasi dengan pihak Tiongkok dan pernyataan itu menuai kecaman dari kubu oposisi karena PM Anwar dianggap membahayakan kedaulatan Malaysia.

Kementerian Luar Negeri Malaysia pada Sabtu meluruskan bahwa pernyataan PM Anwar tersebut berarti Malaysia ingin seluruh isu yang berkaitan dengan LTS akan diselesaikan secara damai tanpa mengorbankan posisi Malaysia.

"Pemerintah Malaysia dengan tegas berkomitmen untuk melindungi kedaulatan Malaysia, kedaulatan akan hak dan kepentingan di kawasan maritim LTS," kata Kementerian Luar Negeri Malaysia dalam sebuah pernyataan. "Malaysia berpendirian teguh bahwa isu-isu yang berkaitan dengan LTS harus diselesaikan secara damai dan konstruktif berdasarkan hukum internasional," imbuh kementerian itu. Ant/I-1


Redaktur : Ilham Sudrajat
Penulis : Antara

Komentar

Komentar
()

Top