Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Makanan Ini Mendunia, Moeldoko: Sagu Jadi Alternatif Saat Hadapi Krisis Pangan Dunia

📅 Selasa, 08 Agu 2023, 17:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
Makanan Ini Mendunia, Moeldoko: Sagu Jadi Alternatif Saat Hadapi Krisis Pangan Dunia Doc: ANTARA/HO-Kantor Staf Presiden
Ket. Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (kanan) menghadiri acara penandatanganan dan deklarasi sagu sebagai pangan berkelanjutan dan pengembangan hutan lahan basah menuju Indonesia Net Zero 2060 di Wisata Kampoeng Reklamasi Air Jangkang, Bangka, Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (8/8/2023).

Jakarta -Makanan ini mendunia. Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan sagu bisa menjadi alternatif bahan pokok di Indonesia untuk mengantisipasi krisis pangan dunia.

"Sebab sagu memiliki kandungan yang sangat baik khususnya untuk mengurangi angka stunting (kekurangan gizi kronis)," kata Moeldoko setelah menandatangani dan mendeklarasikan sagu sebagai pangan berkelanjutan dan pengembangan hutan lahan basah menuju Indonesia Net Zero 2060 di Wisata Kampoeng Reklamasi Air Jangkang, Bangka, Kepulauan Bangka Belitung, Selasa.

Sebagaimana keterangan diterima di Jakarta, Selasa, Moeldoko menuturkan sagu merupakan makanan pokok bagi masyarakat jauh sebelum bangsa Indonesia terbiasa dengan beras. Tanaman sagu, ujarnya, punya banyak kelebihan yakni bisa tumbuh di situasi tanah apapun, termasuk di lahan bekas tambang.

"Yang paling penting penikmatnya juga makin besar di dunia," tutur Moeldoko.

Moeldoko menyampaikan kebutuhan ekspor sagu ke mancanegara sangat luar biasa, dan dunia saat ini menunggu ekspor sagu Indonesia.

Menurut dia, meskipun 90 persen tanaman sagu ada di Indonesia, namun posisi Indonesia masih berada di urutan keempat sebagai negara eksportir sagu.

"Dari sisi pengolahan sagu ini belum maksimal sehingga perlu alat untuk meningkatkan produksi dan ekspor sagu ini," ujar dia.

Selain dapat dikonsumsi, kata Moeldoko, sisa produksi sagu juga bisa menjadi bahan baku bioenergi dan limbahnya dapat dioptimalkan untuk pakan ternak.

"Jika mengelola sagu dengan benar, penggunaan bahan baku produksi, sampah, emisi, dan energi terbuang dapat diminimalisir. Di Pabrik ini sagu bisa jadi tepung, mie instan, energi alternatif bahkan pangan untuk sapi," jelasnya.

Moeldoko berharap deklarasi sagu sebagai bahan pangan berkelanjutan di Bangka Belitung pada Selasa ini tidak hanya di atas kertas, melainkan ada komitmen dan aksi nyata dari pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan ataustakeholderuntuk mempercepat sagu sebagai alternatif pangan berkelanjutan.

"Sagu memiliki banyak manfaat sehingga perlu disosialisasikan agar menjadi komoditas pangan alternatif yang perlu dipertimbangkan oleh konsumen dan produsen," kata dia.

Pada kesempatan itu, Moeldoko juga melakukan penanaman pohon sagu di kampung reklamasi PT Timah Tbk, di Desa Air Jangkang, Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung. Pada tahap awal, telah dilakukan penanaman 300 batang sagu di lahan tersebut dan direncanakan akan ditanami 1 juta pohon rumbia yang menghasilkan sagu di lahan bekas tambang tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

18 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

23 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.