Mahakarya Keris Naga Sasra Majapahit yang Ratusan Tahun Hilang Diklaim Akan Muncul pada Musyawarah Agung Senapati Nusantara di Yogya 17 September 2022
📅 Rabu, 14 Sep 2022, 18:37 WIB | Oleh: Eko S
Doc: ES Putra
YOGYAKARTA - Musyawarah Agung Senapati Nusantara -organisasi induk pecinta keris terbesar di Indonesia- tak hanya berisi agenda pemilihan Sekjen periode 2022-2026 dan pengusulan 25 November sebagai Hari Keris Nasional, namun juga diisi dengan pameran dan bursa tosan aji.
"Ribuan kolektor sudah pesan hotel di Jogja dan Bantul untuk meramaikan peristiwa agung ini sekaligus pameran tosan aji langka dan juga bursa keris, sebuah peristiwa ekonomi tosan aji dengan pelaku seluruhnya adalah UMKM," kata Ketua Panitia Musyawarah Agung, Nurjianto, saat jumpa pers jelang Musyawarah Agung Senapati Nusantara, saat jumpa pers jelang Musyawarah Agung Senapati Nusantara (MAS) pada di Bantul, DIY, Rabu (14/9).
Gus Poleng, panggilan akrab Nurjianto di kalangan pecinta keris, mengatakan bahwa beberapa keris langka yang akan dipamerkan di antaranya dua keris dari era Majapahit yakni Keris Naga Sasra bergelar Shang Hyang Antaboga dan Keris Kyai Sekar Anggrek.
Diterangkan, selama ini keris-keris langka dan berusia ratusan tahun yang sering dipamerkan adalah dari era paska Majapahit yakni era Demak, Pajang, dan Mataram Islam. Baru di Musyawarah Agung Senapati Nusantara 2022 kali ini keris dari era Majapahit dipamerkan secara terbuka.
Nurjianto menjelaskan, selama ini banyak yang klaim memiliki keris Nagasasra Majapahit yang asli, akan tetapi sampai saat ini masih diragukan keasliannya bahkan diberbagai museum keris dibelahan dunia ini tidak di temukan yang namanya keris Nagasasra tangguh Majapahit dengan ciri yang disepakati para ahli keris.
Menurut sebagaian masyarakat pecinta Tosan Aji keris Nagasasra Majapahit telah sirna hilang di telan bumi, akan tetapi dalam Pameran Keris "Menuju Indonesia Bangkit" Sang nogososro Majapahit Telah muncul kembali setelah melalui kuratoral serta kajian para pakar keris Nusantara.
"Kurator bilang keris ini memiliki ciri khusus antara lain adalah bentuk kepala naga pada gandik keris dan badnya menjulur sampe atas dengan hiyasan kinatah serta sisik emas pada bagian badanya dan bilahnya berpamor Hurap atau Wesi Purosani.unggkap Nurjianto Ketua umum panitia kegiatan," kata Nurjianto.
Munculnya keris Nagasasra Majapahit ini menurut Nurjianto ini pertanda bagus dimana keris naga melambangkan kekuasaan, kekuatan, kewibawaan, kemakmuran dan kepemimpinan, sangat sesuai dengan tema yang di usung yaitu keris Nusantara Untuk Indonesia bangkit
Lebih jauh Gus Poleng menerangkan dipamerkannya dua keris dari era Majapahit tersebut sangat terkait dengan tema besar MAS 2022 yakni 'Keris Nusantara untuk Indonesia Bangkit.'
Di era Majapahit ada sosok Empu Supo Mandrani yang bergelar Pangeran Sedayu yang salah satu Mahakaryanya adalah keris dengan dapur Naga Sasra.
"Itu cerita legendaris soal keris bahwa Keris Naga Sasra dibikin oleh Empu Supo ketika ada gejolak dan pandemi untuk mengatasi kegaduhan yang muncul di seantero kerajaan," terang Gus Poleng.
Selain Keris Naga Sasra, juga akan dipamerkan keris-keris yang dimiliki oleh para raja-raja Nusantara lainnya seperti Keris Singo Barong, Junjung Drajad, dan Rondoro.
Sementara Ketua Organizing Committee (OC) Musyawarah Agung, Fendi Prayitna memaparkan bahwa bursa keris dan tosan aji MAS 2022 menargetkan perdagangan sebesar Rp 5 miliar selama 3 hari bursa. Target tersebut dianggap tak muluk-muluk karena dalam event bursa biasa di Surabaya pada 2020 lalu yang juga diselenggarakan oleh Senapati Nusantara mencatat ada transaksi lebih dari Rp 3 miliar.
"Nah MAS 2022 ini kan even besar, ribuan kolektor datang setelah 2 tahun tidak ada transaksi, mulai ramai lagi sejak lebaran lalu. Bursa besok akan jadi puncak perdagangan tosan aji di Indonesia pada tahun ini," kata Fendi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!