Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Edisi Weekend Foto Video Infografis
Produktivitas Pertanian - Kementan Bangun 4.373 Lumbung Pangan Masyarakat

Lumbung Pangan di Daerah Diperkuat

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Pemerintah mendorong penyelesaian masalah pangan di daerah bisa diatasi sendiri oleh daerah bersangkutan. Caranya dengan membangun lumbung pangan.

Saat ini, Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian membangun 4.373 Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Bidang Pertanian di 426 kabupaten/ kota pada 33 provinsi. Pembangunan itu dilakukan dalam sejak 2009-2021 untuk mengantisipasi timbulnya masalah pangan.

"Lumbung pangan yang dibangun ini sangat penting untuk penguatan cadangan dan antisipasi jika timbul masalah pangan," ujar Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan BKP, Andriko Noto Susanto, di Jakarta, Rabu (17/11).

Andriko menambahkan penguatan lumbung dan cadangan pangan ini sangat penting sebagai langkah mempersiapkan ketahanan pangan khususnya menghadapi berbagai masalah pangan. Karena bangunan lumbung sudah berdiri dan sarananya lengkap, lumbung harus diisi dengan gabah dan beras, agar cadangan pangan masyarakat semakin kuat.

"Kalau cadangan banyak, bisa digunakan untuk mengatasi masalah pangan seperti rawan pangan, bencana alam, bantuan sosial, dan lainnya," tambah Andriko.

BKP pekan ini meresmikan lumbung pangan di Desa Tanjungrasa, Bogor, Jawa Barat. Bupati Bogor, Ade Yasin, mengatakan keberadaan lumbung pangan sangat penting sebagai cadangan pangan, sehingga jika sewaktu-waktu dibutuhkan bisa dikeluarkan untuk membantu masalah pangan.

"Dengan penduduk 5,5 juta jiwa, lumbung pangan sangat penting, untuk mencukupi kebutuhan pangan masyarakat maupun sebagai cadangan pangan," ujar Ade Yasin.

Ditambahkan Ade Yasin, untuk membantu petani dalam memasarkan beras, pihaknya mengajak masyarakat Bogor membeli beras lokal yang dihasilkan petani Bogor.

"Kalau sekarang ini yang wajib membeli baru Aparatur Sipil Negara setiap bulannya. Ke depan, saya minta masyarakat membeli beras lokal, untuk membantu petani. Jadi, kalau beras yang sudah diolah di lumbung dibantu pemasaran ya, petaninya semakin sejahtera," ujar Ade Yasin.

Keuntungan Banyak

Ketua Gapoktan Tanjung Harapan, H Karya, mengatakan dengan adanya bantuan lumbung ini, pihaknya sangat terbantu dan lebih bersemangat mengembangkan usaha. "Keuntungan kami juga akan lebih banyak, karena yang dijual sudah dalam bentuk beras yang sudah kami kemas sendiri," ujarnya.

Dia mengatakan Gapoktan Tanjung Harapan ini adalah keswadayaan dan inovasi yang dilakukan. Gapoktan ini dalam melakukan penggilingan gabah menjadi beras, sudah menggunakan alat kompayer dan tidak manual lagi, sehingga bisa mempercepat proses pengolahan gabah serta mengurangi tenaga kerja.

Selain itu, menir beras yang biasanya dijadikan bahan pakan ternak, sudah mereka olah menjadi tepung beras. Dari tepung beras yang dihasilkan, bisa diolah menjadi aneka makanan, seperti kue bolu dan lainnya, yang bisa dijual atau dikonsumsi sendiri.


Redaktur : Muchamad Ismail
Penulis : Fredrikus Wolgabrink Sabini

Komentar

Komentar
()

Top