Kawal Pemilu Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis

Lewat "Eggsperimen", 10.000 Pelajar SD Diajari Cara Rawat Kesehatan Gigi

Foto : KORAN JAKARTA/ISTIMEWA

Para siswa Sekolah Stella Maris diedukasi tentang kesehatan gigi melalui metode "Eggsperimen".

A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Masalah kesehatan gigi dan mulut tidak dapat diabaikan. Ada banyak dampak buruk terhadap kesehatan tubuh jika perawatan gigi dan mulut tidak dilakukan secara konsisten dan sedini mungkin.

Kepedulian terhadap kesehatan gigi dan mulut mendorong Formula, merek pasta gigi asli Indonesia dari OT Group, menggagas terobosan metode edukasi "Eggsperimen" untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat khususnya pelajar sekolah dasar (SD) tentang pentingnya memelihara kesehatan gigi dan mulut.

Head of Corporate and Marketing Communication OT Group (Formula Oral Care) Harianus Zebua mengatakan, kegiatan ini akan dilakukan di sejumlah kota di Indonesia dengan menargetkan lebih dari 10.000 pelajar sekolah dasar.

Bertempat di Sekolah Stella Maris Jakarta, ratusan siswa mengikuti kegiatan peringatan "Hari Kesehatan Gigi Nasional" (HKGN). Para siswa melakukan aktivitas menyikat gigi bersama dan kegiatan eksperimen.

"Pada HKGN tahun ini kami melakukan sebuah terobosan dalam metode mengedukasi masyarakat tentang pentingnya merawat kesehatan gigi dan mulut. Metode ini kami namai "Eggsperimen". Dimana Eggsperimen adalah sebuah kegiatan eksperimen sederhana yang mudah dipahami oleh semua kalangan untuk menunjukkan pentingnya melakukan perawatan gigi secara rutin dan dengan benar," kata Harianus dalam keterangan tertulisnya, Senin (18/9).

Pada kegiatan "Eggsperimen", para siswa Sekolah Stella Maris diajak melakukan percobaan sederhana menggunakan cangkang telur, larutan cuka, dan wadah. Cangkang telur direndam di dalam larutan cuka selama beberapa saat. Akan segera terlihat perbedaan antara cangkang telur yang dirawat dengan baik dan yang tidak.

Harianus menjelaskan, cangkang telur memiliki kandungan kalsium yang sama dengan gigi manusia. Ada cangkang telur yang telah direndam selama beberapa hari dengan pasta gigi Formula dan ada yang tidak. Cangkang telur yang direndam dengan pasta gigi Formula menggambarkan perilaku rutin dalam merawat gigi. Ketika direndam dalam larutan cuka maka akan terlihat perbedaan yang sangat jelas, cangkang telur yang telah direndam dengan pasta gigi Formula dikelilingi oleh sedikit buih dan tidak mudah rapuh.

"Dibandingkan dengan cangkang telur yang tidak direndam pasta gigi Formula penuh dengan buih dan jika dibiarkan lebih lama akan mudah rapuh dan hancur. Eksperimen ini menunjukkan bahwa gigi yang dirawat dengan baik, menggunakan pasta gigi yang benar akan lebih kuat melawan faktor-faktor perusak gigi seperti asam," jelasnya.

Berawal dari Sekolah Stella Maris Jakarta, katanya, pihaknya akan terus bergerak melakukan edukasi dengan metode Eggsperimen ini ke sekolah-sekolah lain di sejumlah kota di Indonesia.

"Bulan ini kami akan melakukan edukasi Eggsperimen di Kuningan, Solok, Malang, dan Palembang. Target kami lebih dari 10.000 pelajar sekolah dasar teredukasi tentang pentingnya perawatan kesehatan gigi dan mulut," katanya.

Sementara itu, drg Dewi Widjaja, salah seorang dokter gigi yang sering melakukan edukasi perawatan kesehatan gigi dan mulut untuk anak-anak sangat mengapresiasi cara edukasi yang dilakukan oleh Formula.

"Metode Eggsperimen yang dikenalkan oleh Formula sangat menarik untuk memberikan pemahaman khususnya kepada anak-anak tentang pentingnya merawat kesehatan gigi dan mulut. Metode ini sederhana tetapi sangat lengkap dalam menjelaskan apa dampak baik jika rajin merawat gigi dan dampak buruk jika tidak," jelasnya.

"Saya mendukung jika "Eggsperimen" ini disebarluaskan agar lebih banyak lagi masyarakat khususnya anak-anak yang peduli terhadap kesehatan gigi dan mulutnya," tambahnya.

Selain kegiatan "Eggsperimen", para siswa Sekolah Stella Maris juga melakukan kegiatan sikat gigi bersama dengan bimbingan dari drg Dewi Widjaja dan tim.


Redaktur : Lili Lestari
Penulis : Mohammad Zaki Alatas

Komentar

Komentar
()

Top