
Lansia, Difabel, dan Pemegang KJP Gratis ke Museum
Arsip foto. Anggota Pramuka melakukan swafoto di Museum Layang-Layang Indonesia, Pondok Labu, Jakarta Selatan.
Foto: ANTARA/Sigid KurniawanJAKARTA – Para penyandang disabilitas, lanjut usia, dan pelajar penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) gratis masuk ke museum milik Pemprov Jakarta. “Tiga kelompok warga ini digratiskan masuk ke museum,” tandas Kepala Bidang Perlindungan Kebudayaan Dinas Kebudayaan Jakarta, Linda Enriany, Rabu.
Menurutnya, layanan gratis ini sesuai dengan Peraturan Gubernur Nomor 8 Tahun 2017 tentang Layanan Gratis Masuk Taman Margasatwa Tagunan, Tugu Monumen Nasional dan Museum pada Hari Biasa bagi Masyarakat Tertentu. Ini mulai berlaku 20 Januari 2017.
“Alasannya, dalam rangka mendukung aktivitas masyarakat dan memberikan kemudahan mendapatkan layanan rekreasi khususnya bagi masyarakat tertentu,” ujarnya. Adapun layanan gratis ini berlaku pada hari Selasa hingga Jumat (kecuali hari libur nasional dan cuti bersama) di museum-museum yang dikelola Pemprov Jakarta.
Museum-museumnya adalah Museum Sejarah Jakarta, Museum Taman Prasasti, Museum MH Thamrin, Museum Joang 45, Museum Seni Rupa&Keramik, Museum Wayang, dan Museum Tekstil. Selanjutnya, Museum Bahari, Museum Betawi, Rumah Si Pitung, Taman Benyamin Suaeb, dan Museum Arkeologi Onrust.
“Tujuan diberikannya layanan gratis ini juga guna mewujudkan pelayanan rekreasi di museum yang aman, nyaman dan murah,” tambah Linda. Lalu, bagi mereka yang ingin memanfaatkan layanan bisa menunjukkan KTP atau KJP ke petugas museum.
Saat ini sudah ada satu museum, Museum Wayang, yang disematkan teknologi dan pengalaman imersif. Ini adalah dinding dan lantai di sebuah ruangan diproyeksi bergerak, sehingga menyuguhkan suasana baru bagi pengunjung.
Pengunjung disuguhkan pengalaman unik terkait gambaran wayang Nusantara dan pesan-pesan khusus di dalamnya. Teknologi dan pengalaman serupa juga nantinya diterapkan di Museum Sejarah dan Museum Bahari.
Meningkat
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jakarta mencatat kenaikan pengunjung Museum Wayang sampai dua kali lipat seslama Januari dan Februari dibanding periode sama tahun lalu. Pengunjung Museum Wayang tahun 2024 Januari dan Februari adalah 30.420. Tahun ini Februari belum berakhir sudah hampir 60.000.
“Jadi naik dua kali lipat,” ujar Kepala Unit Pengelola Museum Seni Dinas Kebudayaan Provinsi Jakarta, Sri Kusumawati. Hal itu disampaikan dalam acara bertema “Menyongsong 5 Abad Jakarta: Peran Wajah Baru Museum Wayang” di Jakarta, Rabu.
Jumlah wisatawan mancanegara juga naik. Sri menyebut wisatawan asing berkunjung ke Museum Wayang sselama Januari dan Februari 2025 sebanyak 1.856. Tahun lalu bulan yang sama 852 orang.
Tiga hari terakhir ada kapal pesiar yang merapat di Tanjung Priok membawa wisatawan asing. “Hampir 750 wisatawan datang ke Museum Wayang dalam tiga hari itu,” katanya. Menurut Sri, keberadaan Museum Wayang juga menarik pelancong kapal-kapal pesiar yang singgah di Jakarta. “Salah satu yang dikunjungi destinasi wisatanya adalah Museum Wayang,” ujar Sri.
Berita Trending
- 1 Terkenal Kritis, Band Sukatani Malah Diajak Kapolri Jadi Duta Polri
- 2 Pangkas Anggaran Jangan Rampas Hak Aktor Pendidikan
- 3 Akses Pasar Global Makin Mudah, BEI Luncurkan Kontrak Berjangka Indeks Asing
- 4 Bangun Infrastruktur yang Mendorong Transformasi Ekonomi
- 5 Guterres: Pengaturan Keamanan Global "Berantakan"