Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video

Langkah-langkah Kurangi Stres Selama Masa Pandemi Covid-19

Langkah-langkah Kurangi Stres Selama Masa Pandemi Covid-19
Foto : Istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Bu Rossa, berbulan-bulan di rumah dengan berbagai kesibukan membuat saya jenuh, stres, dan mudah emosi. Setiap hari berkutat dengan pekerjaan kantor dan mendampingi anak-anak belajar daring. Semua dilakukan depan layar membuat tubuh lelah berkepanjangan. Badan sering tidak enak dan mood swing. Bagaimana mengatasinya?

Saat seseorang stres atau cemas, imunitas tubuh melemah. Akhirnya membuat tubuh mudah jatuh sakit. Pandemi Covid-19 membuat banyak orang stres yang menyebabkan psikosomatik. Pikiran terganggu dan menimbulkan keluhan fisik tanpa penyakit. Salah satu penyebabnya kecemasan karena berita-berita terkait Covid-19.

Pusat rasa cemas di otak disebut Amygdala, menjadi terlalu aktif bekerja sehingga sistem saraf tidak imbang. Ini mengakibatkan tubuh merasakan gejalayang mirip dengan Covid-19 seperti batuk-batuk, nyeri, dan agak meriang. Padahal suhu tubuh normal. Berikut langkah-langkah agar tidak stres selama pandemi. Tulisan ini diambil begitu saja dari laman ilovelife.

1. Lakukan social media

distancing

Cara agar tidak stres selama pandemi salah satunya membatasi diri terhadap paparan berita dan media sosial. Dapatkan informasi mengenai korona secukupnya.

Pertama, bisa mute keyword Covid-19 di media sosial. Abaikan juga konten-konten Covid-19 yang berseliweran di grup Whatsapp.

Kedua, terapkan aturanno gadget at homeagar anggota keluarga bisa fokusquality timedi rumah. Batasi penggunaan media sosial di rumah untuk menjernihkan pikiran. Misalnya, tidak lagi membaca media sosial setelah pukul 21.00 WIB.

Ketiga, saring sebelum sharing. Hati-hati termakan beritahoaxatau berita yang hanya mencari sensasi dengan headline berlebihan (clickbait). Cobalah mengonsumsi berita dari mediamainstreamdan tepercaya. Buka situs resmi pemerintah www.covid19.go.idatau situs WHOhttps://www.who.int/ bila ingin berita korona.

Baca Juga :
Setahun Pandemi

2. Berkomunikasi dengan keluarga dan teman

Selama ini, aktivitas umum pagi dimulai dengan bangun tidur, lalu tergesa-gesa menyiapkan diri dan pasangan sebelum bekerja. Kemudian, menyiapkan anak-anak sebelum berangkat ke sekolah, baru ke kantor. Sepulang kantor, boleh jadi juga jarang memilikiquality timebersama anak dan keluarga.

Nah,periodework from home(WFH) sebetulnya bisa dimanfaatkan untuk membangun komunikasi yang lebih positif dengan keluarga dan teman. Sebab, ketika berkegiatan di rumah, tidak ada waktu terbuang di jalan, sehingga punya lebih banyak waktu bersama keluarga. Membangun komunikasi positif tak hanya sebatas di rumah. Berkomunikasi juga dengan orang lain tempat melalui video calldengan orangtua, saudara, teman kantor, atau sahabat-sahabat.

3. Kerjakan yang membahagiakan

Bisa mulai memasak, mencoba resep baru, menjahit, olahraga, main musik, atau bahkan melukis. Bahkan, bagi sebagian orang, merapikan rumah menyenangkan. Maka, gunakan waktu untuk merapikan lemari, merapikan meja rias, dan ruang tamu. Bisa juga membersihkan laptop,gadget, kabel-kabelcharger, dompet, dan barang-barang pribadi yang selama ini terabaikan.

4. Kegiatan bersama sahabat secara virtual

Kita memang perluphysical distancing. Tetapi, siapa bilang tidak bisa "nongkrong" dan "kumpul" sama teman-teman? Coba manfaatkan aplikasi Zoom, Skype, atau Google Hangout lalu lakukan kegiatan bersama-sama dengan teman secaralive,mulai dari makan siang bareng secaraonline,dan ngopi bareng di beranda rumah masing-masing. Bisa juga bersenda gurau sambil berjemur pagi, dan bahkan beribadah bareng. Supaya makin seru, coba juga menentukandress code.

5. Isi pikiran secara positif

Keep your mind busy.Lakukan kegiatan positif selain membaca berita. Misalnya, jalan-jalan virtual ke beberapa tempat wisata internasional seperti kebun tulip Keukenhoff Belanda, air terjun Niagara dan Grand Canyon USA, Kebun binatang Afrika, dan lain sebagianya. Juga bisa mengikuti kursusonlinemelaluiwebinar, conference call,atauplatformkursusonline.Beberapa universitas terkemuka bahkan memberikanonline coursegratis.

6. Tulis kalimat motivasi

Misalnya, "Siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil." Bangun semangat setiap pagi dengan menulis kalimat motivasi yang baik malam sebelumnya. Kemudian, tempelkan kalimat di tempat yang bisa dilihat setiap hari, seperti kaca atau meja kerja. Kata-kata ini bisa diciptakan sendiri, mengutipquotepembangkit motivasi dari tokoh-tokoh atau ayat-ayat kitab suci.

7. Lakukan self-care

Di masa-masaself quarantineini jangan lupa untuk memanjakan diri sendiri lewat berbagaime time.Misalnya, bagi para perempuan, bisa melakukan DIY spa, berjemur, luluran,manicure,dan sebagainya.Sementara, bagi kaum pria, bisa shaving dengan leluasa, mengecat rambut, membersihkan barang-barang hobi, dan sebagainya. Juga bisa memanjakan orang tercinta di rumah lewat kegiatanself-careini, misalnya memotong rambut anak atau memijat pasangan.

8. Tenang dan perbanyak ibadah

Yang tak kalah penting dalam masa ini ialah menjaga pikiran agar tetap tenang. Cemas yang berlebihan akan membuat lebih mudah terpancing emosi, gampang menghakimi orang lain, dan akhirnya membuat keputusan yang tidak bijak.Cara agar tidak stres selama pandemi serta menjaga pikiran agar tetap tenang dengan memperbanyak beribadah, mendekatkan diri kepada Tuhan.Selain itu, juga bisa berolahraga minimal 30 menit sehariuntuk mengeluarkan hormon endorfin guna menurunkan kecemasan, cukup istirahat dan memperbanyak konsumsi buah dan sayur. ν

(wid/G-1)
Redaktur : Aloysius Widiyatmaka

Komentar

Komentar
()

Top