Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis

Laku Keras, Jersey Messi dan Argentina Ludes Jelang Final Piala Dunia 2022

Foto : Marca

Kapten Timnas Argentina Lionel Messi

A   A   A   Pengaturan Font

Argentina akan menghadapi Prancis di final Piala Dunia 2022, pada Minggu mendatang (18/12). Pertandingan tersebut memantik euforia para penggemar sepak bola, terutama fans TIm Tango.

Dilansir dari Marca, jersey Argentina dan Lionel Messi laku keras di penjuru dunia. Bahkan, toko-toko Adidas, seperti di Buenos Aires, Madrid, Doha, Tokyo kehabisan stok untuk permintaan jersey Argentina dengan nomor punggung 10.

Tak hanya itu, sejumlah toko tersebut juga kehabisan stok jersey Argentina dari berbagai ukuran mulai dari terkecil hingga terbesar, serta jersey untuk pria maupun wanita.

Laku kerasnya jersey Argentina tentu dipicu oleh keberhasilan skuad La Albiceleste melangkah ke final Piala Dunia 2022, yang kemungkinan menjadi edisi terakhir sang kapten Lionel Messi.

Pihak Adidas pun menyatakan tak bisa memenuhi kebutuhan pembeli atau meningkatkan produksi dalam waktu singkat terkait fenomena laku kerasnya jersey Messi dan Argentina.

Argentina telah lama menjalin kerja sama dengan Adidas. Tim Tango pertama kali menggunakan jersey Adidas pada 1973 hingga 1979. Meski sempat terputus, kerja sama kedua pihak kembali berlanjut sejak 1990 hingga 1998.

Selain itu, 'fenomena Messi' sedemikian rupa sehingga ungkapan "Apa yang kamu lihat, bodoh?" yang dia katakan kepada Wout Weghorst setelah perempat final Argentina-Belanda telah menjadi bisnis universal untuk kaos, mug, sweter, ransel, dan keset.

Seperti diketahui, Argentina akan menjamu Prancis di final Piala Dunia 2022 di Stadion Lusail, pada Minggu mendatang (18/12). Ini menjadi kali keenam La Albiceleste berada di final Piala Dunia.

Argentina sebelumnya berhasil melangkah ke final Piala Dunia 1930, 1978, 1986, 1990, dan 2014. Dari lima kali final sebelumnya, Argentina berhasil juara pada Piala Dunia 1978 dan 1986, sementara tiga final lainnya berakhir menjadi runner up.


Editor : Fiter Bagus
Penulis : Rivaldi Dani Rahmadi

Komentar

Komentar
()

Top