Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Edisi Weekend Foto Video Infografis

“La Furia Roja" Siap Buktikan Diri

Foto : CRISTINA QUICLER / AFP
A   A   A   Pengaturan Font

Spanyol dinilai pelatih Luis Enrique Martinez sulit untuk mengulang kejayaan saat merebut juara beruntun di Piala Eropa 2008 dan 2012. Tim berjuluk "La Furia Roja" itu telah ditinggalkan generasi emas. Karena itulah, mereka siap membuktikan diri di Piala Eropa 2020.

Luis Enrique memiliki alasan kuat sampai harus pesimistis karena sudah berlalunya masa kejayaan. Menurutnya, seluruh generasi emas sudah pergi, dan membuat tim menjadi limbung. Bukti terbaru adalah kegagalan berutun pada tiga turnamen setelah generasi emas itu mengangkat trofi pada Piala Eropa 2012.

Usai menjadi juara Piala Eropa pada 2008 dan 2012, diselingi status juara dunia pada 2010 La Furia Roja redup. Setelah kegagalan di Piala Eropa 2016 dan Piala Dunia 2018, federasi sepakbola Spanyol (RFEF) membuat perubahan. Mereka menunjuk Luis Enrique.

Seperti tradisi, tak ada persoalan berarti ketika mereka bersaing di Grup F Kualifikasi Piala Eropa 2020. Spanyol 'membabat' seluruh lawan alias meraih poin sempurna, plus lesakan 31 gol. Catatan tak pernah kalah tersebut menyamai beberapa negara lain seperti Ukraina, Denmark, Belgia dan Italia. Meski sempurna, bukan berarti tanpa kendala. Luis Enrique sempat mundur, dan digantikan Robert Moreno. Beruntung, kala itu Spanyol sudah lolos ke putaran final Piala Eropa 2020. Kini Spanyol berharap catatan sempurna pada fase kualifikasi bisa terbawa sampai ke putaran final.

Piala Eropa 2020 akan pembuktian bagi La Furia Roja sekaligus momentum agar bisa maksimal menuju Piala Dunia 2022.

Kabar terbaru dari tim Spanyol, Luis Enrique meninggalkan bek veteran Ramos dan memanggil bek tengah Aymeric Laporte, yang baru-baru ini berganti kewarganegaraannya.

Ramos, kapten Real Madrid berusia 35 tahun telah berjuang dengan cedera musim ini dan bermain hanya lima kali sejak awal tahun. "Itu adalah keputusan yang sangat sulit tetapi dia belum bisa bermain musim ini dan hampir tidak berlatih sejak Januari," ujar Luis Enrique pada konferensi pers saat mengumumkan skuad yang terdiri dari 24 pemain awal pekan ini.

"Saya meneleponnya kemarin (Minggu), itu sulit, sulit. Saya merasa tidak enak, karena dia sangat profesional dan dia banyak membantu tim nasional. Dan dia masih bisa membantunya di masa depan. Tapi saya harus mencari terbaik untuk skuad," sambungnya.

Absennya Ramos berarti tidak ada satu pun pemain Madrid di skuad Spanyol. "Sangat menyakitkan bagi saya karena tidak dapat membantu tim saya lebih banyak dan tidak bermain untuk Spanyol, tetapi, dalam hal ini, hal terbaik yang harus dilakukan adalah istirahat, pulih sepenuhnya dan kembali tahun depan seperti yang selalu kami lakukan. Itu menyakitkan," tulisnya di Twitter. (ben/AFP/S-2)


Redaktur : Sriyono
Penulis : Benny Mudesta Putra

Komentar

Komentar
()

Top