Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis

KTT G20 di Bali untuk Perkenalkan Citra Positif Indonesia

Foto : FAYEZ NURELDINE / AFP

Journalists work in an almost empty media room setup for the coverage of the G20 summit, held virtually due to the COVID-19 coronavirus pandemic, in the Saudi capital Riyadh, on November 20, 2020. - Mask-clad reporters filed into a Riyadh ballroom-turned-media centre after mandatory temporary checks, to cover physically a virtual G20 summit originally conceived as a grand coming-out party for host Saudi Arabia.

A   A   A   Pengaturan Font

Semoga KTT G20 di Bali pada 2022 nanti benar-benar bisa menjadikan Indonesia lebih terkenal karena citra positifnya seperti kebangkitan ekonomi dan penanga­nan pandeminya, termasuk kemampuannya menjadi tuan rumah yang baik bagi penyelenggaraan acara-acara kelas dunia.

Sebanyak 20 kepala negara-negara kaya dunia akan berkumpul di Bali tahun depan. Mereka akan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Group of Twenty (G20) ke-17 yang akan diadakan Oktober-November 2022.

Indonesia telah ditetapkan sebagai Presidensi G20 Tahun 2022 pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 ke-15 Riyadh, Arab Saudi, pada 22 November tahun lalu. Serah terima dari Presidensi G20 saat ini, yaitu Italia ke Indonesia akan dilakukan pada KTT G-20 yang akan dilaksanakan di Roma, Italia pada akhir Oktober tahun ini. Presidensi G20 adalah posisi di mana sebuah negara menjadi tuan rumah penyelenggaraan pertemuan G20.

Forum G20 terdiri dari 20 negara yaitu AS, Argentina, Brasil, Australia, Kanada, Meksiko, Turki, Indonesia, Korea Selatan, Jepang, China, Jerman, Inggris, India, Arab Saudi, Afrika Selatan, Italia, Indonesia, Prancis, Rusia, ditambah Uni Eropa. Indonesia juga menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang menjadi anggota G20.

Secara umum, G20 menjadi representasi perekonomian dunia dan memiliki posisi strategis. Negara-negara yang tergabung di G20 ini menguasai 85 persen Produk Domestik Bruto (PDB) dunia, 80 persen investasi global, 75 persen perdagangan dunia, dan 66 persen populasi dunia.

Presiden Joko Widodo tidak ingin acara pertemuan 20 negara dengan PDB terbesar di dunia tersebut gagal.Untuk memastikan kesiapan Indonesia, jauh-jauh hari, Jumat (8/10), presiden terbang ke Bali, melihat langsung venue-venue yang akan digunakan.
Halaman Selanjutnya....


Redaktur : Aloysius Widiyatmaka
Penulis : M. Selamet Susanto

Komentar

Komentar
()

Top