
KPKP Jaksel gencarkan TNR untuk kejar target sterilisasi 2.000 kucing
Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Jakarta Selatan (KPKP Jaksel) menggelar sterilisasi kucing gratis di Agro Edukasi Wisata Ragunan, Jakarta, Kamis (27/2).
Foto: ANTARA/Luthfia Miranda Putri.Jakarta -- Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian Jakarta Selatan (KPKP Jaksel) menggencarkan metode tangkap, steril, dan lepas kembali atau trap-neuter-return (TNR) untuk mengejar target sterilisasi sebanyak 2.000 kucing.
"Target kita untuk tahun 2025 itu 2.000 ekor, jadi kita pakai strategi TNR untuk mencapainya," kata Kasudin KPKP Jaksel Hasudungan A. Sidabalok dalam kegiatan sterilisasi kucing gratis di Agro Edukasi Wisata (AEW) Ragunan Jakarta, Kamis.
Metode TNR memilik arti kucing liar ditangkap untuk disteril, kemudian dikembalikan lagi ke tempat asalnya setelah disteril.
- Baca Juga: Lansia, Difabel, dan Pemegang KJP Gratis ke Museum
- Baca Juga: Kualitas Udara DKI Jakarta Tidak Sehat
Selain TNR, pihaknya juga sudah menambah kuota sterilisasi di setiap kecamatan yakni sebanyak 150 dengan 100 ekor kucing jantan dan 50 ekor betina.
"Naiknya target ini menjadi satu tantangan untuk mendorong kami membuat strategi agar target itu terpenuhi," ujarnya.
Hasudungan mengaku optimis target itu dapat tercapai untuk menekan populasi kucing liar mengingat jumlahnya terbilang banyak di Jakarta.
"Tahun kemarin saja dari target 500 ekor, kami berhasil mensteril 1.634 ekor pada tahun 2024. Berarti kemungkinan besar target 2.000 tercapai," ujarnya.
Maka itu, dia mengingatkan dibutuhkan kesadaran pemilik untuk membawa kucingnya untuk disterilisasi.
Sementara itu, Anggota DPRD DKI Jakarta, Francine Widjojo meyakini target sterilisasi gratis kucing yang dilakukan Sudin KPKP Jakarta Selatan akan melebihi target 2.000 ekor kucing.
"Saya selalu memantau dari semua Sudin KPKP di lima wilayah, yang paling aktif ini Sudin KPKP Jakarta Selatan, baik itu sterilisasi maupun vaksinasi rabies mereka lakukan secara rutin," kata Francine.
Menurutnya, dengan kesadaran masyarakat yang dirasa sudah sangat tinggi terkait program sterilisasi dan vaksinasi rabies ini, tentunya berdampak baik bagi kesehatan hewan ataupun pemiliknya.
"Saya minta kepada warga yang sudah tau ada kegiatan sterilisasi atau vaksinasi rabies, tolong diinfokan kepada warga lain, agar cakupan kedua program tersebut semakin optimal," tambahnya.
Berita Trending
- 1 Terkenal Kritis, Band Sukatani Malah Diajak Kapolri Jadi Duta Polri
- 2 Pangkas Anggaran Jangan Rampas Hak Aktor Pendidikan
- 3 Akses Pasar Global Makin Mudah, BEI Luncurkan Kontrak Berjangka Indeks Asing
- 4 Milan dan Bologna Berebut Posisi Empat Besar
- 5 Bangun Infrastruktur yang Mendorong Transformasi Ekonomi
Berita Terkini
-
Mensos Pastikan Seluruh Layanan Masyarakat Tetap Berjalan Prima
-
Dishub Kota Solok Perbaiki PJU Masjid Sambut Ramadan 1446 Hijriah
-
Lanudal Manado Bersih-bersih Lingkungan dan Masjid Sambut Ramadan
-
Warga kelompok tani Buaran Citra Lestari Merubah Lahan Tidur Menjadi Urban Farming
-
Trump akan Mengakhiri Kontrak Minyak Chevron dengan Venezuela