
Koperasi Jadi Pilar Utama Pemerataan Pembangunan Ekonomi
Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi menjadi pembicara pada retret kepala daerah di Magelang.
Foto: ANTARA/HO - KemendagriMAGELANG - Koperasi adalah soko guru bangsa menunjukkan bahwa koperasi memiliki peran fundamental dalam perekonomian Indonesia. Soko guru berarti tiang utama atau pilar, yang menegaskan bahwa koperasi menjadi landasan penting dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat dan membangun ekonomi yang berkeadilan.
Prinsip koperasi yang berlandaskan gotong royong, keadilan, dan kesejahteraan bersama sejalan dengan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. Karena itu, koperasi bukan sekadar badan usaha, tetapi juga sarana untuk memberdayakan masyarakat secara ekonomi dan sosial.
Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi menyampaikan koperasi harus menjadi penggerak ekonomi dan instrumen utama dalam pemerataan kesejahteraan di Indonesia.
"Visi pembangunan koperasi itu sejalan dengan Asta Cita, yang merupakan program prioritas Presiden Prabowo. Koperasi termasuk dalam prioritas Asta Cita ketiga yaitu melanjutkan pengembangan infrastruktur dan mengembangkan agromaritim industri di sentra produksi melalui peran aktif koperasi,” kata Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi saat menjadi pembicara dalam retret kepala daerah di kompleks Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, Kamis (27/2).
Ia menekankan, Presiden ingin mewujudkan koperasi yang besar dan dimiliki oleh masyarakat. Oleh karena itu, Kementerian Koperasi memiliki tiga program prioritas, yaitu penguatan kelembagaan koperasi, penyelesaian permasalahan dan pengawasan koperasi, serta peningkatan volume usaha dan partisipasi masyarakat dalam koperasi.
“Saya ingin menyelesaikan seluruh permasalahan koperasi terutama koperasi yang menipu dana masyarakat. Karena itu bukan koperasi, itu rentenir berkedok koperasi,” katanya.
Ia menyoroti pentingnya peningkatan jumlah anggota koperasi di Indonesia yang saat ini tercatat ada 29,8 juta anggota koperasi. Ia berharap jumlah tersebut bisa meningkat hingga 60 juta anggota dalam waktu yang tidak terlalu lama.
Selain itu, ia menekankan, koperasi memiliki peran penting dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara adil dan merata. Sejumlah negara telah membuktikan keberhasilan model koperasi, seperti Rabobank di Belanda dan Credit Agricole di Prancis. Bahkan, beberapa klub sepak bola ternama, seperti Barcelona dan Real Madrid, juga menerapkan sistem koperasi sebagai basis pengelolaannya.
Ia juga menyinggung potensi koperasi di sektor pertambangan di Kalimantan. Ia menekankan bahwa sumber daya alam harus dikelola dengan melibatkan masyarakat setempat melalui koperasi, bukan hanya perusahaan swasta.
“Harus ada masyarakat lokal di sana supaya hasil-hasil tambang itu bisa dinikmati oleh masyarakat terutama masyarakat lokal dan masyarakat sekitar,” jelasnya.
Dia menegaskan, koperasi adalah alat untuk mewujudkan keadilan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
“Koperasi adalah alat, instrumen mewujudkan keadilan sosial untuk kemakmuran masyarakat berkelanjutan," katanya.
Berita Trending
- 1 Milan dan Bologna Berebut Posisi Empat Besar
- 2 Bangun Infrastruktur yang Mendorong Transformasi Ekonomi
- 3 Guterres: Pengaturan Keamanan Global "Berantakan"
- 4 Sinopsis Film Iblis Dalam Kandungan 2: Deception Tayang 27 Februari
- 5 Harga Cabai Makin Pedas Saja Jelang Ramadan, Pemerintah Harus Segera Intervensi Pasar Biar Masyarakat Tak Terbebani
Berita Terkini
-
Jangan Ragu! Investasi EBT Kunci Menuju Kemandirian Energi
-
Transformasi Sistem Distribusi Pupuk Percepat Capaian Kemandirian Pangan
-
Optimalisasi Teknologi Pertanian, Solusi Peningkatan Produksi, CIPS Beri Rekomendasi
-
Berpacu dengan Waktu, Perbaikan Jalan Pantura Dikebut demi Kelancaran Arus Mudik Lebaran
-
Jelang Ramadan, Pengawasan Harga Pangan Diperketat, Efektifkah?