Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis
Harkopnas Ke-70 - Sumbangan Koperasi terhadap PDB Mesti Terus Ditingkatkan

Koperasi Bisa Saingi BUMN

Foto : istimewa

PERINGATAN HARI KOPERASI - Presiden Joko Widodo didamping Menteri Koperasi dan UKM, AAGN Puspayoga, Ketua Dekopin, Nurdin Halid dan Gubernur Sulawesi Selatan, Sahrul Yasin Limpo menabuh gendang saat peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-70 di Makassar, Sulawesi Selatan.

A   A   A   Pengaturan Font

Koperasi yang kuat dan mandiri, diyakini akan mampu bersaing dengan korporasi besar dan perusahaan BUMN.

MAKASSAR - Presiden Joko Widoro (Jokwi) akan menempatkan koperasi sebagai salah satu instusi ekonomi rakyat yang penting dalam menghadapi tantangan masa depan. Karena itu, dalam momentum peringatan Hari Koperasi Nasional ke-70 tahun 2017, Kepala Negara mengajak seluruh insan koperasi untuk kembali menggelorakan semangat gerakan koperasi.

Hal itu disampaikan Presiden Jokowi dalam puncak peringatan Harkopnas ke-70 di Lapangan Karebosi, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (12/7). Peringatan kali ini mengangkat tema "Koperasi Menuju Pemerataan Kesejahteraan Masyarakat yang Berkeadilan untuk Memperkokoh NKRI". Turut hadir dalam acara itu, Menteri Koperasi, AAGN Puspayoga, Gubernur Sulsel, Sahrul Yasin Limpo, Wali Kota Makassar, Muhammad Ramdan Pomanto, dan Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), Nurdin Halid.

"Kita semua ingin koperasi jadi salah satu instusi ekonomi rakyat yang penting dalam menghadapi tantangan masa depan. Karena itu, koperasi harus diperkuat, harus diperdayakan oleh kita semuanya," imbuh Jokowi. Jokowi mengingatkan agar para penggerak koperasi nasional tidak takut bersaing dengan pelaku ekonomi lainnya. Koperasi yang kuat dan mandiri diyakini akan mampu bersaing dengan korporasi besar dan perusahaan BUMN.

Semangat jadikan koperasi sebagai kekuatan bersama, dan gotong royong akan mampu bersaing serta cepat beradaptasi dengan perkembangan zaman. "Untuk itu, dibutuhkan inovasi karena sekarang ini bukan negara besar yang mengalahkan negara kecil, tapi negara yang cepat mengalahkan negara yang lamban.
Halaman Selanjutnya....

Penulis : Antara

Komentar

Komentar
()

Top