Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video

Klaster Baru Covid -19 di Sekolah

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

Klaster baru Covid-19 muncul di sekolah-sekolah setelah dilakukannya uji coba pembelajaran tatap muka di sejumlah daerah. Di SMA 1 Sumatera Barat yang berada di Kota Padang Panjang, didapati 61 siswa-siswi positif Covid-19.

Dalam sepekan terakhir, 56 siswa dan guru di SMA Tititan Teras di Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, juga terkonfirmasi positif Covid-19.

Selain itu, sedikitnya ada 38 santri dan ustazah positif Covid-19 di sebuah pondok pesantren (ponpes) khusus perempuan di Kelurahan Kauman, Kecamatan Pasar Kliwon, Surakarta, Jawa Tengah.

Sebelumnya, awal Desember 2020, ratusan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jalan Brotojoyo, Semarang Utara, Jawa Tengah, juga terpapar Covid-19.

Pembelajaran jarak jauh atau daring yang dilakukan selama ini memang sudah membuat anak-anak sangat jenuh. Yang paling memprihatinkan, terutama anak-anak baru masuk SD, SMP, dan SMA, atau kuliah, mereka kehilangan suasana belajar di tempat yang baru. Mereka belum kenal sama sekali dengan teman-teman sekelas dan guru-gurunya.

Untuk mencegah terjadinya lost generation itu, pemerintah mulai merencanakan membuka pembelajaran tatap muka secara nasional dengan mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri, yang diteken Mendikbud, Menag, Menkes, dan Mendagri. SKB itu pun sudah mulai disosialisasikan. Pelaksanaanya dilakukan pada Juli 2021.

Di atas kertas SKB 4 Menteri itu sangat bagus apalagi dilengkapi dengan pedoman protokol kesehatan yang wajib dipenuhi oleh pihak sekolah dan anak didik.

Tapi, berkaca pada sejumlah kasus positif Covid-19 yang terjadi di sejumlah sekolah di atas, tampaknya pemerintah dan pihak sekolah, orang tua, serta anak didik perlu ekstra hati-hati. Apalagi anak-anak ini masih berada dalam masa pembentukan berbagai perilaku.

Pemeriksaan rutin dan pelacakan yang cepat harus menjadi syarat pelaksanaan sekolah tatap muka selain penerapan protokol kesehatan yang ketat.

(mar/N-3)
Redaktur : Marcellus Widiarto

Komentar

Komentar
()

Top