Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video

Kisah Anak STM yang Jadi Jenderal Intel, Pernah Ditugaskan Ke 6 Negara

Foto : Istimewa

Mayjen (Purn) Bambang Budi Waluyo.

A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Kalau mendengar kata anak STM yang terlintas dibenak adalah anak sekolah yang kerap melakukan tawuran. Namun bukan berarti tidak ada anak STM yang berhasil dan sukses meniti karir. Banyak anak STM yang kemudian karir di pekerjaan yang digelutinya sukses.

Seperti kisah yang hendak Koran Jakarta ulas ini. Kisah sukses seorang anak STM yang kelak menjadi jenderal TNI. Siapa dia? Dia adalah Bambang Budi Waluyo.

Pria kelahiran Salatiga, Jawa Tengah pada 19 November 1956 ini sebelum jadi tentara memang pernah menempuh pendidikan di STM. Sampai kemudian, jalan hidupnya berubah, setelah ia bisa lolos seleksi di Akademi Militer (Akmil) yang mengantarkannya jadi tentara.

Bambang sendiri merupakan lulusan Akabri atau sekarang Akmil tahun 1981. Sebelum masuk Akabri, ia merupakan lulusan STM tahun 1975. Sederet penugasan penting pernah dijalaninya selama jadi tentara. Bambang pernah diterjunkan ke Timor Timur dalam Operasi Seroja Timor Timur pada tahun 1983.

Di TNI, ia pernah memegang beberapa jabatan, antara lain sebagai Danton 1 Ki B Yonif Linud 700/BS tahun 1981, Danki B Yonif Linud 700/BS tahun 1984, Kasi-1/Lidik Yonif Linud 700/BS tahun 1987, Dankima Yonif Linud 700/BS tahun 1988 dan Dan B Ki A Deninteldam VII/Wirabuana tahun 1990.

Pada tahun 1992, ia diangkat jadi Kasi Litbang Ops Intel Dibinintel Pussenif Kodiklatad. Kemudian menjadi Wadandeninteldam IX/Udayana pada tahun 1994 danDanyonif 742/Satya Wira Yudha pada tahun 1995.

Pada tahun 1997, ia diangkat jadiKadep Sus Intel Pusdik Intel Pussenif Kodiklatad dan pada tahun 1997 juga, ia sempat memegang posisi Kadep Pengsus Pusdik Intel Pusintelad. Setahun berikutnya, ia dipercaya menjadi Dandeninteldam II/Sriwijaya.

Pada tahun 1999, Bambang ditugaskan menjadi Dandim 0413/Bangka. Kemudian ditarik untuk mengisi posisi sebagai Kasrem 044/Garuda Dempo pada tahun 2001. Tahun 2002, ia dipercaya menjadi Asintel Kasdam II/Sriwijaya. Selanjutnya menjadi Danpusdik Intel Kodiklatad pada tahun 2004 dan jadi Paban II/Pampres Spamad pada tahun 2005.

Di tahun 2005, ia dapat posisi baru sebagai Danrem 091/Aji Surya Nata Kesuma. Dua tahun setelah itu, yakni pada tahun 2007, ia diangkat jadi Dandenma Mabes TNI dan jadiPamen Mabes TNI tahun 2009. Kemudian, pada tahun 2009, ia dipercaya menjadi Pa Sahli Tk-II Bid.Wassus & LH Panglima TNI. Pangkatnya naik jadi Brigjen.

Setelah itu ditarik ke Ambon, untuk menjadi Kasdam XVI/Pattimura pada tahun 2011. Di tahun yang sama, Bambang kembali dapat tugas baru untuk memegang jabatan Staf Khusus KSAD. Baru kemudian, ditugaskan ke Lemhanas menjadi Tenaga Ahli Pengajar Bid. Geostrad Dan Ketahanan Lemhannas. Bintang dua pun diraihnya.

Tahun 2013, Bambang yang sudah jadi Mayor Jenderal dipercaya menjadi Pangdam II/Sriwijaya. Usai bertugas jadi Pangdam Sriwijaya, Bambang ditarik untuk mengisi posisi Staf Khusus Panglima TNI pada tahun 2014. Sampai kemudian ia pensiun dari dinas militer.

Selain bertugas di dalam negeri, Bambang juga kenyang dengan penugasan di luar negeri. Tercatat ia pernah ditugaskan ke enam negara yakni ke Australia, Singapura, Myanmar, Malaysia, India, dan Pakistan.


Redaktur : Marcellus Widiarto
Penulis : Agus Supriyatna

Komentar

Komentar
()

Top