Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video

Ketakutan Setelah Keroyok Anggota Marinir, Dua Preman yang Kabur Akhirnya Bisa Diringkus

Foto : Istimewa

Pelaku pengeroyokan terhadap Pratu Jehezkial, personel Korps Marinir berhasil diringkus petugas gabungan TNI dan Polri.

A   A   A   Pengaturan Font

SURABAYA- Sempat kabur karena ketakutan setelah mengeroyok seorang prajurit Marinir, dua orang preman akhirnya bisa diringkus polisi dan personel Den Intel Marinir. Keduanya ditangkap di dua tempat berbeda.

Seperti diketahui, pada hari Minggu (23/5) dinihari, Pratu Jehezkial, personel Korps Marinir dikeroyok sejumlah preman di di Terminal Bungurasih. Ada enam preman yang mengeroyok Pratu Jehezkial.

Beberapa jam setelah kejadian, polisi dan personel Den Intel Marinir berhasil menangkap empat orang pelaku yakni Ubaid, Ferdiansyah, Rizky, dan Yabes. Mengutip keterangan Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji, empat pelaku pengeroyokan ini ditangkap di sekitaran Bungurasih beberapa jam setelah kejadian.

"Dari hasil penyidikan petugas, pelaku utamanya adalah orang enam tersebut. Memang ketika kejadian ada lebih dari sepuluh orang di lokasi, namun lainnya tidak sampai ikut menganiaya korban. Mereka juga sempat diamankan petugas, namun hanya sebagai saksi," kata Sumardji.

Sumardji menambahkan, para pelaku ini bisa dikatakan para preman yang biasa mangkal dan kerap bikin resah masyarakat di kawasan Terminal Bungurasih. Pemicu pengeroyokan bermula saat salah satu pelaku meneriaki maling kepada korban.

"Empat orang pelaku ini ditangkap di sekitaran Bungurasih beberapa jam setelah kejadian," katanya.

Sementara dua pelaku lainnya yang kabur dan kini tertangkap adalah Nur Muhammad Dwisyah Pengestu (21) dan Rizky Arifianto (18). Keduanya warga Desa Bungurasih, Kecamatan Waru, Sidoarjo. Menurut Sumardji dalam keterangannya, Nur Muhammad dicokok personel gabungan Marinir dan Polri, ketika bersembunyi di salah satu Pondok Pesantren di Jombang, Jawa Timur.

Nur Muhammad, setelah tahu yang dikeroyoknya itu anggota Marinir, merasa ketakutan. Ia pun, kemudian bersembunyi di sebuah pesantren di Jombang.

"Sedangkan Rizki Afifianto diringkus petugas di tempat persembunyiannya di Blega, Bangkalan, Madura. Jadi dua pelaku tersebut kabur ke luar kota setelah mendapat kabar bahwa teman-temannya tertangkap petugas. Petugas terus mencarinya, sampai akhirnya berhasil menangkap mereka," kata Sumardji dalam keterangannya yang diterima Koran Jakarta, Kamis (10/6).

Maka, kata dia, dengan tertangkapnya dua pelaku ini, berarti sudah ada enam orang pelaku pengeroyokan terhadap Pratu Jehezkial di Terminal Bungurasih yang berhasil diringkus.

"Sebelumnya, empat orang pelaku juga sudah diringkus petugas," ungkapnya.

(ags/N-3)
Redaktur : Marcellus Widiarto
Penulis : Agus Supriyatna

Komentar

Komentar
()

Top