Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kesuksesan Entrepreneur Muda Vietnam Ciptakan Revolusi Seruput Kopi

📅 Sabtu, 12 Okt 2024, 02:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kesuksesan Entrepreneur Muda Vietnam Ciptakan Revolusi Seruput Kopi Doc: AFP/Nhac NGUYEN
Ket. Bisnis Kopi l Pasangan pelanggan muda-mudi asyik nongkrong di sebuah kedai kopi di Hanoi, Vietnam, pada akhir Agustus lalu. Bisnis kedai kopi di Vietnam saat ini sedang menjamur dan setiap wirausahawan mengincar generasi muda untuk meramaikan bisnisnya.

Setelah meninggalkan karier yang menguntungkan di bidang keuangan, Vu Dinh Tu membuka usaha kedai kopi tanpa memberitahu orang tuanya dan bergabung dengan gelombang wirausahawan muda Vietnam yang menggunakan espresso untuk menantang ekspektasi keluarga seputar pekerjaan.

Secara tradisional diminum tanpa tambahan apapun, terkadang dengan susu kental manis atau bahkan telur, kopi telah lama menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya Vietnam. Namun, memulai sebuah kafe bukanlah karier yang dipilih oleh banyak orang tua kelas menengah yang ambisius di Vietnam untuk anak-anak mereka.

"Awalnya keluarga saya tidak tahu banyak tentang hal itu," kata Tu, 32 tahun, kepada AFP. "Namun seiring dengan berjalannya waktu mereka mengetahuinya dan mereka tidak terlalu mendukung," imbuh dia.

Orangtua Tu kemudian berulang kali mencoba meyakinkan anaknya untuk tetap bekerja di bank investasi dengan gaji tinggi, tetapi ia bertahan dan membuka empat cabang kedai Refined selama empat tahun di Hanoi.

Mulai pagi hingga malam, setiap cabang Refined dipenuhi oleh para pecinta kopi yang menikmati biji kopi robusta Vietnam, dalam suasana yang lebih mirip bar koktail daripada kafe.

"Orangtua lalu menyaksikan kerja keras saya dalam menjalankan bisnis mulai dari menangani segala hal mulai dari keuangan hingga perekrutan staf, dan mereka tidak ingin saya kesulitan", jelas Tu.

Dulu Vietnam masih amat miskin hingga pada awal tahun 2000-an bangkit dengan pesat bersama dengan kemajuan manufaktur, tetapi banyak orang tua ingin melihat anak-anak mereka menaiki tangga sosial dengan bekerja di profesi yang stabil dan menguntungkan di bidang kedokteran dan hukum.

Sedangkan kopi, di sisi lain dipandang sebelah mata dan telah menjadi sinonim untuk kreativitas dan ekspresi diri.

"Di Vietnam, kafe telah menjadi cara untuk mendobrak norma-norma seputar tekanan keluarga untuk berprestasi di sekolah, melanjutkan ke perguruan tinggi, memperoleh gelar dan bekerja pada sesuatu yang sudah dikenal dan stabil secara finansial," ucap Profesor Sarah Grant dari California State University.

"Tempat-tempat ini juga menjadi ruang peluang tempat Anda dapat mempertemukan orang-orang kreatif dalam suatu komunitas, entah itu desainer grafis, musisi, atau orang-orang lain yang melakukan sesuatu sendiri," imbuh Profesor Grant, seorang antropolog yang mengkhususkan diri di Vietnam.

Kopi pertama kali tiba di Vietnam pada tahun 1850-an selama penjajahan Prancis, tetapi terjadi peralihan pada tahun 1990-an dan awal 2000-an ke produksi robusta skala besar yang lazimnya ditemukan dalam minuman instan, hingga menjadikan negara itu pusat produksi kopi dan eksportir terbesar kedua di dunia.

"Gairah terhadap bisnis kopi sering kali dikaitkan dengan sejarah itu," kata Profesor Grant kepada AFP. "Pengusaha kopi sangat bangga bahwa Vietnam adalah negara penghasil kopi dan memiliki banyak kekuatan di pasar global," imbuh dia.

Jadi Seniman

Pengalaman berbeda dirasakan oleh Nguyen Thi Hue, 29 tahun, yang tengah sibuk meracik minuman kopi dingin rasa leci matcha di toko barunya yang berdinding kaca yang merupakan sebuah bisnis kopi "slow bar" yang dijalankan satu orang yang berada di sebuah gang kecil di jantung ibu kota.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.