Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kerja Keras, Dinkes Ponorogo Canangkan Program Tiga Bulan Bebas Pasung

📅 Rabu, 11 Okt 2023, 00:06 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kerja Keras, Dinkes Ponorogo Canangkan Program Tiga Bulan Bebas Pasung Doc: ANTARA/HO - Dwi
Ket. Kadinkes Ponorogo, Dyah Ayu Puspitaningarti saat menyampaikan pidato sambutan di hadapan peserta peringata Hari Kesehatan Jiwa se-Dunia di Ponorogo, Selasa (10/10/2023).

Ponorogo - Kerja keras, Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur mencanangkan program tiga bulan bebas pasung atau zero pasung bagi warganya yang menyandang sakit mental atau kejiwaan (orang dengan gangguan jiwa/ODGJ).

"Tahun 2022 lalu Ponorogo sudah zero pasung. Tahun ini ada tujuh ODGJ yang repasung (dipasung lagi). Tiga bulan kita targetkan zero pasung. Itu PR (pekerjaan rumah) kita," kata Kepala Dinkes, Kabupaten Ponorogo, Dyah Ayu Puspitaningarti di Ponorogo, Selasa.

Untuk menyukseskan itu, pihaknya akan melakukan penanganan intensif terhadap para ODGJ yang dilakukan repasung oleh pihak keluarganya.

"Secara bertahap, mereka akan dilepas dari pasungan dan menjalani pengobatan," katanya.

Dyah Ayu menyebut, ketujuh ODGJ yang kembali dipasung tersebut tersebar di tiga kecamatan yakni, Ngrayun, Sampung dan Jambon.

Saat ini kondisi pasien khusus tersebut sudah dalam pengawasan dinkes, melalui posyandu kesehatan jiwa.

"Kita sudah ada 13 Posyandu kesehatan jiwa di Ponorogo, ditambah dengan pendamping dari dinkes," bebernya.

Pihaknya, juga mengaku bahwa 13 posyandu kesehatan jiwa tersebut sebenarnya masih kurang untuk mencakup seluruh ODGJ di Ponorogo.

Idealnya, dari 31 puskesmas di Ponorogo seharusnya ada satu posyandu kesehatan jiwa.

"Tentu harapannya bisa bertambah jumlah posyandu kesehatan jiwa. Di sisi lain kita juga dibantu dari organisasi kemasyarakatan maupun agama untuk kolaborasi bersama," katanya.

Kadinkes juga berharap para ODGJ yang saat ini berada di tengah tengah masyarakat untuk bisa dibantu dalam upaya penyembuhannya. Dengan begitu, nanti ketika sudah kembali di masyarakat mereka bisa diterima tanpa harus mendiskreditkan sebagai ODGJ.

"Harapannya ketika mereka kembali ke masyarakat jangan sampai dia sendiri, menyepi, dicemooh dan itu semakin membuat tidak anyaman sehingga berpotensi kambuh," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.