Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Keren, Untag Surabaya Gelar Seminar Bedah Pemikiran Bung Karno

📅 Rabu, 07 Jun 2023, 00:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Keren, Untag Surabaya Gelar Seminar Bedah Pemikiran Bung Karno Doc: ANTARA/Willy Irawan
Ket. Seminar nasional kebangsaan bertajuk "Karakter Bangsa: Satunya Kata dan Perbuatan, Refleksi Pemikiran Bung Karno" yang digelar Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya di kampus setempat, Selasa (6/6/2023).

Surabaya - Keren, Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menggelar seminar nasional kebangsaan bertajuk "Karakter Bangsa: Satunya Kata dan Perbuatan, Refleksi Pemikiran Bung Karno" untuk membedah pemikiran dari Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno.

"Kegiatan ini bertujuan untuk terus menghidupkan pemikiran Bung Karno dalam era milenial. Melalui seminar nasional ini, diharapkan warisan nilai-nilai Bung Karno, masih dapat tetap berkobar di ucapan dan perbuatan anak bangsa," kata Ketua Yayasan Perguruan Tinggi 17 Agustus (YPTA) Surabaya J Subekti di Surabaya, Selasa.

Subekti mengatakan seminar nasional itu juga diselenggarakan untuk persiapan menghadapi generasi muda yang kurang memaknai Pancasila.

Menurut dia, sebanyak 80 persen generasi muda ingin mengubah ideologi Pancasila dengan ideologi lain.

"Kalau Pancasila diubah maka NKRI juga diubah dan itu tidak boleh. Untuk menyiapkan langkah-langkah dalam mencegah perubahan ideologi ini, kami siapkan berbagai kegiatan salah satunya seminar," ujar Subekti.

Salah satu narasumber seminar nasional itu adalah Dosen Universitas Airlangga Surabaya, Airlangga Pribadi Kusman yang merupakan penulis buku "Merahnya Ajaran Soekarno".

"Pembahasan terkait pemikiran Bung Karno selaras dengan tahun politik saat ini. Hal itu perlu ditekankan kembali untuk mencairkan tensi dan ketegangan politik," katanya.

Selama ini, kata dia, elit politik seenaknya bicara tentang kepentingan dan menggunakan politik identitas tertentu untuk menyingkirkan lawannya dalam kontestasi politik.

Dia mencontohkan ada beberapa fakta di pemilihan presiden atau pemilihan kepala daerah di tempat tertentu ada kecenderungan elit politik yang "mengipas-ngipas" menyulut sentimen.

"Sentimen itu diarahkan untuk menekankan kepada supremasi dari identitas tersebut, tentang siapa yang menjadi musuh," ujar Airlangga.

Hal itu berseberangan dengan demokrasi yang sehat, mengingat demokrasi salah satu elemennya adalah kompetisi dan kontestasi.

"Demokrasi adalah sama-sama menjadi warga negara yang memiliki hak sama, saling berdialog dalam urusan-urusan lain, termasuk orientasi politik," kata dia.

Pakar Politik Unair itu menyebut di tahun-tahun politik, narasi identitas masih akan muncul atau digunakan bakal menjadi persoalan ketika berbicara dalam konteks Pancasila.

"Ini akan membentuk iklim demokrasi yang tidak sehat, makin melemah. Benturan sentimen makin menguat dan memperkeruh suasana politik," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.