Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video
Strategi Bisnis

Kepala Eksekutif Perusahaan Teknologi Terbesar Tiongkok Mundur

Foto : AFP/STR/China OUT

Zhang Yiming

A   A   A   Pengaturan Font

BEIJING - Pendiri perusahaan teknologi internet terbesar Tiongkok, ByteDance, Zhang Yiming, pada Kamis (17/6) mengatakan kepada para staf bahwa dia telah melepas tanggung jawab harian sebagai kepala eksekutif perusahaan karena kecepatan kerjanya kurang intens.

Hal itu disampaikan dua orang yang menghadiri pertemuan tersebut. Pada Mei, Zhang secara tak terduga mengumumkan bahwa ia akan mengundurkan diri sebagai CEO TikTok, di tengah pengawasan ketat regulator Tiongkok terhadap perusahaan itu. Pada saat itu, dia mengatakan akan pindah ke peran "strategi kunci" dan menyelesaikan pekerjaan transisi dengan penggantinya Liang Rubo, pada akhir tahun ini.

Zhang mengatakan kepada staf bahwa dia sedang mempelajari struktur organisasi dan gaya pengelolaan perusahaan lain, dan melakukan penelitian tentang industri pendidikan. Zhang tetap menjadi ketua ByteDance dan memiliki hak suara mutlak di perusahaan.

Pendapatan Meningkat

Menurut sebuah memo yang dilihat oleh Reuters, perusahaan mengatakan kepada staf pada pertemuan yang sama bahwa total pendapatannya meningkat lebih dari dua kali lipat pada 2020, menjadi 34,3 miliar dollar AS, dan kerugian bersihnya melebar menjadi 45 miliar dollar AS. Sebuah sumber mengatakan, kerugian yang lebih besar sebagian disebabkan oleh norma akuntansi untuk kompensasi berbasis saham karyawan.

Reuters telah melaporkan bahwa ByteDance, salah satu perusahaan teknologi swasta terbesar di dunia dengan perkiraan nilai sekitar 300 miliar dollar AS dalam perdagangan baru-baru ini, memiliki target pendapatan sekitar 30 miliar dollar AS pada 2020.

"ByteDance membukukan kerugian operasional sebesar 2 miliar dollar AS dan laba kotor sebesar 19 miliar dollar AS, mewakili pertumbuhan 93 persen dari tahun ke tahun," kata perusahaan tersebut kepada karyawan dalam rapat staf, yang menjadi dasar memo tersebut. ByteDance yang berbasis di Beijing menolak mengomentari keuangannya atau pernyataan Zhang. Perusahaan itu memiliki 1,9 miliar pengguna bulanan global pada Desember 2020 untuk semua aplikasinya termasuk TikTok, Douyin versi Tiongkok, dan agregator berita Jinri Toutiao. n SB/Rtr/N-3




Redaktur : Marcellus Widiarto
Penulis : Selocahyo Basoeki Utomo S

Komentar

Komentar
()

Top