
Kemensos Keluarkan Hampir Rp4 Miliar untuk Menanggulangi Bencana Bogor-Jakarta
Menteri Sosial Saifullah Yusuf memberikan keterangan di Poltekesos Bandung, Jumat (7/3/2025).
Foto: ANTARABANDUNG– Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyebut telah mengeluarkan anggaran hampir Rp4 miliar untuk menanggulangi bencana alam hidrometorologi di Bogor, Bekasi, hingga Jakarta.
"Untuk Bogor dan Bekasi Rp3 miliar lebih. Kalau digabung dengan Jakarta hampir Rp4 miliar," kata Gus Ipul di Bandung, Jumat (7/3).
Anggaran sebesar itu, kata dia, didistribusikan dalam bentuk berbagai kebutuhan penunjang kehidupan bagi korban terdampak seperti makanan, kasur, selimut, bantal, pakaian, hingga makanan bayi.
"Malah kami hitung juga untuk sekolah bagi anak-anak yang terendam banjir itu pakaian sekolahnya, alat-alat sekolahnya. Tapi kerja sama dengan pemerintah daerah," ujarnya.
Gus Ipul mengatakan hal ini sesuai dengan mekanisme yang ada di mana ketika ada bencana, mulai dari tahap evakuasi, tahap tanggap darurat bencana, hingga rehabilitasi.
"Di tanggap darurat itu ada shelter dan logistik, itu selalu kita berikan dukungan, baik oleh pemerintah maupun oleh swasta. Di rehabilitasi, yang rusak dibantu, baik berat maupun sedang. Kalau yang ringan bisa dibenerin sendiri, bisa dibantu oleh pemerintah, tergantung kondisi masing-masing," ucapnya.
Gus Ipul mengatakan untuk dana kemanusiaan termasuk bagi bantuan sosial dan kedaruratan, tidak terdampak efisiensi yang tengah dilaksanakan oleh pemerintah di semua tingkatan.
"Jadi yang untuk rakyat, untuk bansos, kemudian untuk biaya penyaluran, semua itu termasuk untuk pegawai, untuk honorer, semua enggak ada masalah, semua cukup. Kita untuk bansos (saja) itu semuanya Rp75 triliun lebih," ujarnya.
Untuk bantuan bencana bagi daerah sendiri, Gus Ipul mengatakan ada mekanisme yang harus dilalui sebelum diturunkan, salah satu yang utama adalah pemerintah daerah harus menetapkan status daerah sebagai wilayah tanggap darurat untuk kemudian diajukan.
"Jadi menetapkan dulu daerah ini daerah bencana dulu, baru logistik kita bisa keluar. Ada mekanismenya. Maka bansosnya namanya bansos adaptif karena ada bencana, karena ada satu lain hal yang memang membutuhkan bantuan sesuai dengan situasi dan kondisinya," tutur dia menambahkan.
Berita Trending
- 1 Kemnaker Sediakan 229 Bus Mudik Gratis
- 2 Pemkot Kediri Lakukan Cek Angkutan Umum
- 3 Gubernur DKI Jakarta Serahkan KJP Plus Tahap I 2025 dan Gratiskan Akses TMII
- 4 Pemerintah Kota Kediri Melakukan Pengecekan terhadap Angkutan Umum agar Aman
- 5 Pemkab Bogor: Bazar Pangan Murah Kadin Sukses Stabilkan Harga
Berita Terkini
-
Modest Fashion Berkibar, Ramadan Runway 2025 Jadi Gerbang Menuju Kancah Internasional
-
MS Amadea Berlabuh di Sabang, 521 Wisatawan Jelajahi Eksotisme Barat Indonesia
-
Rahasia Kulit Glowing Saat Puasa, Dokter Ungkap Tips Jitu
-
Film Qodrat 2 Segera Tayang Lebaran 2025, Dibintangi Vino G Bastian dan Acha Septriasa
-
BPJS Kesehatan Siapkan Antisipasi Lonjakan Pasien Setelah Lebaran