Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Edisi Weekend Foto Video Infografis

Kemendikbud: RI Berpeluang Besar Bentuk Tenaga Ahli Kelistrikan

Foto : Antara

Kemendikbudristek bersama Kedutaan Prancis berkunjung ke Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Mesin dan Teknik Industri di Cimahi, Jawa Barat, Jumat (24/3/).

A   A   A   Pengaturan Font

Jakarta - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyebutkan Indonesia mempunyai peluang yang besar dalam membentuk tenaga ahli di bidang kelistrikan, otomasi industri serta energi terbarukan melalui pendidikan vokasi.

"Revolusi 4.0 dalam industri global akan menciptakan permintaan yang tinggi terhadap tenaga ahli kelistrikan, otomasi industri dan energi terbarukan," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek, Saryadi dalam keterangan di Jakarta, Minggu (26/3).



Saryadi menuturkan untuk memenuhi kebutuhan terkait tenaga ahli itu, pemerintah gencar melakukan kerja sama dengan berbagai pihak yang salah satunya bersama Kedutaan Prancis, yakni Schneider Electric Global melalui program Centre of Excellence (CoE).

CoE sendiri merupakan program bantuan dari industri untuk peningkatan mutu sertaupskillingsiswa dan guru dengan pembangunannya dilakukan di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Mesin dan Teknik Industri (BBPPMPV BMTI) sejak 2017.

"BBPPMPV BMTI di Cimahi ini merupakan tempat fasilitas CoE," ujarnya.

Kini pembangunan CoE di BBPPMPV BMTI menjadi investasi terbesar yang diberikan oleh Schneider Electric Global dalam peningkatan pendidikan vokasi di Indonesia untuk kelistrikan, otomasi industri dan energi terbarukan.

Pengembangan profesional dalam penerapan program CoE dipimpin oleh seorang ahli Prancis, sedangkan untuk kurikulum diselaraskan dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

Menurutnya, CoE akan mampu menghadirkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan cakap terhadap standar industri, sehingga bisa menjadi jalan untuklink and matchantara pendidikan vokasi dengan industri.

"Kerja sama ini dapat meningkatkan komitmen semua pihak yang terlibat untuk memajukan pendidikan vokasi," kata Saryadi.

Perwakilan dari Schneider Electric Group Gwenaelle mengatakan pihaknya telah berinvestasitraining kitsenilai Rp10 miliar pada fasilitas CoE di Cimahi yang digunakan untuk membiayaitraining kit40 SMK.

Hal itu sejalan dengan ambisi Schneider Electric Global, yakni melatih satu juta pemuda dalam manajemen energi, otomasi dan semuasoft skillsyang relevan untuk mengatasi tantangan di masa depan.

"Indonesia adalah CoE terbesar yang kami investasikan dari 11 CoE di dunia," kata Gwenaelle.

Schneider Electric juga berinvestasi pada pendidikan vokasi di Indonesia melalui revitalisasi terhadap 184 perangkat pelatihan laboratorium SMK, sehingga berdampak bagi 24.800 siswa, 402 guru dan teknisi yang kini sudah terlatih.



Stephane Dovart selaku Konselor Kedutaan Prancis menambahkan Indonesia memiliki kekuatan dalam bidang industri dan ekonomi terutama dengan adanya jumlah SMK yang cukup banyak yakni sekitar 14.000.

"Hal itu menandakan SDM Indonesia yang banyak dan dapat dilakukan pelatihan untuk meningkatkan kualitasnya," ujar Stephane.


Redaktur : andes
Penulis : Antara

Komentar

Komentar
()

Top