Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Edisi Weekend Foto Video Infografis
Strategi Pembangunan - Pelaksanaan Hak Tagih Utang BLBI Bisa Menyehatkan Keuangan Negara

Kemandirian Pangan, Energi, Industri, dan APBN Bebas dari Utang BLBI Kunci Kebangkitan RI

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Menyinggung soal tantangan pada anggaran negara, Susilo memaparkan, selama ini APBN tersandera oleh kewajiban utang BLBI. Dari semula 670 triliun rupiah, kini utang negara dari utang di atas utang BLBI sudah mencapai 3.500 triliun rupiah.

Negara mesti menanggung bunga obligasi rekap 70 triliun setiap tahun. "Masalah di energi, pangan, industri, dan keuangan negara membuat kita terbelakang dan miskin. Itu semua dari kebijakan," jelas dia.

Dia menambahkan, hingga kini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah berganti-ganti pimpinan, tapi belum ada yang membereskan skandal BLBI. Padahal, negara memiliki hak tagih utang BLBI yang besar.

Satu debitur ada yang mencapai ratusan triliun. "Padahal hak tagih bisa jadi sumber kesehatan keuangan negara. KPK jangan mulai dari korupsi yang kecilkecil, dampaknya kurang signifikan bagi negara," ungkap Susilo. ahm/ers/YK


Redaktur : Vitto Budi
Penulis : Fredrikus Wolgabrink Sabini

Komentar

Komentar
()

Top