Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis

Keberpihakan kepada Petani

Foto : ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar/foc

Petani mengoperasikan mesin pemotong padi saat panen raya petani milenial di areal persawahan Desa Gembongan, Banyusari, Karawang, Jawa Barat, Senin (15/11/2021). Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersinergi dengan Bank BJB menyediakan akses permodalan petani milenial berupa penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui skema kemitraan guna mengembangkan wirausaha muda pertanian di Jawa Barat.

A   A   A   Pengaturan Font

Karena itu tidak mengherankan jika jumlah petani Indonesia dari tahun ke tahun terus menurun mengingat rendahnya pendapatan mereka yang bekerja di sektor pertanian, baik sebagai petani maupun buruh tani.
Data Badan Pusat Statistik pada 2020 mencatat petani Indonesia berjumlah 33,4 juta orang. Jumlah tersebut turun jika dibanding jumlah petani pada 2019 yang mencapai 34,58 juta orang. Dan jauh lebih rendah lagi dibanding 2018 yang jumlahnya tercatat 35,70 juta orang.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, Indonesia bisa mengalami krisis petani mengingat petani yang masih aktif saat ini sudah berusia lanjut, sudah mendekati usia kurang produktif.

Ajakan Presiden Joko Widodo kepada kalangan muda untuk tidak malu menggeluti profesi petani harus ditindaklanjuti. Jangan hanya berhenti sampai imbauan saja tetapi harus mendapat perhatian serius dari pemerintah.

Perlu ada keberpihakan terhadap petani. Perlu ada distribusi kesejahteraan secara nasional, mulai dari kebijakan makro soal pangan sampai data mikro soal potensi dan tantangan desa. Kebijakan harus dirumuskan berdasarkan realitas di lapangan mulai dari peta bentang alam di desa hingga bentang hidup masyarakat desa agar potensinya bisa dioptimalkan.

Dan yang paling penting, pemerintah harus mengurangi impor pangan, terutama untuk pangan yang penggantinya bisa dihasilkan di Indonesia oleh petani Indonesia. Impor mi instan misalnya, harus segera dihentikan karena negara pengekspor pasti akan mementingkan kebutuhan dalam negeri jika terjadi kelangkaan pangan. Belum lagi biasanya impor pangan dilakukan ketika petani Indonesia sedang panen, akibatnya harga menjadi jatuh.


Redaktur : Koran Jakarta
Penulis : Koran Jakarta

Komentar

Komentar
()

Top